Showing posts with label 3. Misteri Peradaban. Show all posts
Showing posts with label 3. Misteri Peradaban. Show all posts

Monday, February 8, 2016

VIDEO: Fenomena Mengerikan Hebohkan Maroko, 'Gumpalan Awan' Jatuh dari Langit

VIDEO: Fenomena Mengerikan Hebohkan Maroko, 'Gumpalan Awan' Jatuh dari Langit

Selasa, 9 Februari 2016 09:55 WIB
VIDEO: Fenomena Mengerikan Hebohkan Maroko, 'Gumpalan Awan' Jatuh dari Langit
YOUTUBE
Fenomena gumpalan awan jatuh dari langit hebohkan warga Maroko. Video bisa Anda lihat di akhir berita. 
TRIBUNNEWS.COM, DOUKKALA - Sebuah fenomena alam yang sangat aneh bikin geger warga di wilayah Doukkala, Moroko.
Dalam sebuah rekaman video amatir, tampak warga histeris saat gumpalan diduga awan tiba-tiba jatuh dari langit.
Meski terhempas ke daratan, awan tersebut tidak tercerai berai, malah kian menggumpal menggelinding di daratan.
Yang terang, sejumlah dugaan berseliweran untuk mencari musabab dari terjadinya fenomena itu.
Salah satunya debat yang terjadi antara penyuka teori konspirasi dan pengamat angkasa.
Kalau dari sisi teori konspirasi, mereka menduga fenomena tersebut disebabkan oleh intervensi dari mahluk angkasa luar.
Sementara, pemerintah setempat menduga fenomena itu terjadi akibat 'manipulasi' cuaca yang terbentuk dari uap air laut.
Salah satu blog paranormal berspekulasi fenomena itu persis seperti kejadian 'suara terompet dari langit' yang bikih heboh seantero dunia, termasuk di Moroko pada Januari.
"Yang jelas, awan tidak bisa jatuh dari langit dan menyentuh di tanah," tulis blog tersebut.Jika diamati baik-baik, bentuk gumpalan awan tersebut persis seperti gula-gula kapas yang kerap menjadi santapan anak kecil.Gumpalan tersebut terpental ketika terkena angin kencang, dan menggelinding di jalan.
Tak pelak, rekaman video tersebut menjadi viral di jagat maya dan ditonton lebih dari ribuan orang.
Hingga berita ini disusun, belum diketahui penyebab pasti fenomena gumpalan awan tersebut.




Sumber:
http://m.tribunnews.com/internasional/2016/02/09/video-fenomena-mengerikan-hebohkan-maroko-gumpalan-awan-jatuh-dari-langit



Tuesday, November 17, 2015

Ditemukan Labirin Raksasa Bawah Tanah dan Catatan Atlantis

Ditemukan Labirin Raksasa Bawah Tanah dan Catatan Atlantis

Liputan6.com, Mesir Ada banyak penemuan di bawah permukaan planet kita yang berpotensi mengubah cara kita memandang sejarah. Salah satunya adalah 'dunia yang terlupakan' yakni ruang bawah tanah yang belum diselidiki selama berabad-abad.

Disebutkan dalam berbagai teks kuno dan legenda lokal, ruang misterius telah dianggap sebagai mitos sampai mereka benar-benar ditemukan.

Sebuah penemuan luar biasa kali ini diklaim dapat mengubah sejarah dunia--labirin di bawah tanah--dianggap sebagai salah satu penemuan terbesar dari Mesir Kuno, dipercaya memegang jawaban yang tak terhitung jumlahnya untuk sejarah itu sendiri.

Dilansir dari ancient-code.com , Senin (16/11/2015), para peneliti menemukan labirin membentuk komplek bangunan dengan ruang-ruang yang panjang dan dalam. Temuan ini disebut-sebut sama istimewanya dengan piramida.
Komplek bawah tanah tersebut juga dipercaya menyimpan misteri asal-muasal manusia dan catatan kuno tentang Atlantis. Termasuk rincian peradaban, kerajaan-kerajaan besar dan penguasa sebelum sejarah yang sudah diketahui.

Sementara itu, berdasarkan catatan sejarah seperti Herodotus, diketahui gambaran seperti apa labirin tersebut. Labirin tersebut terdiri dari 12 bangunan besar dengan pintu yang saling berhadapan satu sama lain.

Terdapat dua jenis ruang dalam labirin tersebut, satu berada di bawah sementara lainnya di atasnya. Masing-masing jenisnya berjumlah 1500 ruang dengan total 3000 ruang.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti berapa usia sebenarnya dari labirin raksasasa bawah tanah milik bangsa Mesir kuno ini, namun Herodotus yang merupakan salah satu penulis naskah pada peradaban kuno pernah mengunjungi bangunan labirin yang dimaksud lebih dari 1.300 tahun yang lalu. (Dsu)/Rie


Sumber:
http://global.liputan6.com/read/2366849/ditemukan-labirin-raksasa-bawah-tanah-dan-catatan-atlantis?ref=yfp


 

Wednesday, November 11, 2015

Ada Hieroglif di Balik Pintu Misterius Piramida Giza

Ada Hieroglif di Balik Pintu Misterius Piramida Giza

 

Ada Hieroglif di Balik Pintu Misterius Piramida GizaWikimedia Commons
Robot penjelajah yang dikirim ke dalam Piramida Giza menemukan hieroglif di belakang pintu misterius. Simbol-simbol itu diharapkan memberikan informasi mengenai tujuan pembuatan ruangan di dalam piramida.

Gambar-gambar yang dikirim robot menunjukkan hieroglif ditulis dengan cat berwarna merah. "Kami yakin kalau dapat diterjemahkan, hieroglif ini akan dapat membantu para ahli mengetahui alasan pembuatan ruangan," kata Rob Richardson, desainer robot penjelajah yang digunakan pada studi.

Piramida Giza, yang dibangun untuk Firaun Khufu, merupakan piramida terbesar dari keluarga tiga piramida di Giza. Menurut rumor, Piramida Giza memiliki jalan tersembunyi menuju ruang rahasia.

Di dalam piramida tersebut, terdapat empat ruangan sempit. Dua ruangan memanjang dari bagian atas menuju ke luar. Dua ruangan lain lebih rendah posisinya, satu di bagian utara, lainnya di selatan. Salah satu ruangan di bawah menghilang ke dalam struktru piramida. Keempat ruangan tersebut, sejak ditemukan pada tahun 1872, sudah menjadi teka-teki bagi peneliti.

Ruangan-ruangan tersebut diyakini sebagai bagian dari ritual--sebagai jalan bagi jiwa firaun yang sudah meninggal. Tahun 1993, peneliti Jerman Rudolf Gantenbrink mengirim robot ke dalam ruangan selatan. Setelah memanjat sekitar 65 meter dari pusat piramida, robot berhenti di depan sebuah pintu misterius yang dikunci dengan dua lempeng tembaga. Pintu yang sama juga ditemukan di ruang utara.

Robot dari proyek terakhir, Proyek Djedi, bsia masuk lebih dalam. Robot mampu memanjat tembok sambil membawa kamera seperti ular kecil yang dapat melihat ke sudut-sudut. Kamera tersebut cukup kecil untuk masuk ke dalam lubang kecil di pintu batu di ruangan selatan, membuat peneliti dapat melihat isi ruangan.

"Ada banyak pertanyaan yang belum terjawab," kata Richardson. "Kenapa ada tulisan di situ? Apa arti tulisan itu?"

Robot Djedi diharapkan bisa mengungkap lebih banyak dalam beberapa bulan ke depan. Setelah menyelidiki dinding-dinding ruangan dari kemungkinan ada pintu lain, "Kemudian kami akan menyelidiki ruangan sebelah utara," kata Richardson. (Sumber: Discovery News)


Sumber:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2011/05/ada-hieroglif-di-balik-pintu-misterius-piramida-giza

 

Ada yang Misterius di Piramida Giza, Tandanya Kini Terungkap



Ada yang Misterius di Piramida Giza, Tandanya Kini Terungkap
Rabu, 11 November 2015 | 17:58 WIB
WikipediaPiramida Giza 
Wikipedia

KOMPAS.com — Sesuatu yang misterius dan belum diketahui mungkin tersimpan di Piramida Giza.

Arkeolog mendeteksi adanya anomali suhu yang mungkin bisa merujuk pada adanya sesuatu yang tersembunyi itu.

Adanya anomali suhu itu di Piramida Giza diumumkan oleh Menteri Kepurbakalaan Mesir Mamdouh el-Damaty pada Senin (9/11/2015).

Pengumuman itu dikeluarkan dua minggu setelah tim ilmuwan Universitas Kairo dan organisasi Heritage, Innovation, and Preservation dari Perancis melakukan riset.

Dalam riset ini, peneliti menggunakan teknologi tomografi inframerah, radiografi muon, dan rekonstruksi tiga dimensi. Semua dipakai untuk mengintip segala hal yang ada di dalam piramida berusia lebih dari 4.500 tahun itu.

Tiga piramida yang diobservasi adalah Khufu dan Khafre di kompleks Giza serta Bent dan Red di Dahshur. Peneliti melihat perubahan suhu dalam fase pemanasan (dari pagi hingga tengah hari) dan pendinginan (dari sore hingga pagi).

Dalam fase pendinginan, panas bergerak dari dalam ke luar. Sementara itu, dalam fase pemanasan, yang terjadi adalah sebaliknya. Kalau piramida terbuat dari material yang sama dan punya struktur homogen, maka anomali suhu akan sangat minim.

Seharusnya, perbedaan suhu 0,5-1 derajat. Namun, di Piramida Khufu, ilmuwan mendeteksi anomali suhu hingga 6 derajat.

"Anomali ini jelas dan menarik, dan itu ada di depan kita, di bagian dasar," kata Mehdi Tayoubi, pendiri Heritage, Innovation, and Preservation.

"Kami punya beberapa hipotesis, tetapi belum ada kesimpulan," imbuhnya seperti dikutip Discovery pada Selasa (10/11/2015).

El-Damaty mengungkapkan, pihaknya yakin, anomali pasti itu mengarah pada penemuan besar. "Bisa berupa ruang, celah, atau lorong," katanya.

Peneliti mengatakan akan meneliti lebih lanjut. "Kami perlu membuat model dan simulasi suhu untuk menguji banyak hipotesis untuk memahami hal yang kami temukan," kata Tayoubi.





Sumber:
http://sains.kompas.com/read/2015/11/11/17585701/Ada.yang.Misterius.di.Piramida.Giza.Tandanya.Kini.Terungkap





Monday, August 3, 2015

Ini Temuan Terbaru Soal Asal Usul Bahasa di Dunia

Ini Temuan Terbaru Soal Asal Usul Bahasa di Dunia

SABTU, 21 FEBRUARI 2015 | 04:28 WIB
Ini Temuan Terbaru Soal Asal Usul Bahasa di Dunia
Duchess of Cambridge, Kate Middleton belajar bahasa isyarat pada acara peduli penderita cacat di 23rd Poplar Beaver Scout Colony di London, 16 Desember 2014. REUTERS/Ben Stansall/Pool
TEMPO.COBerkeley - Para ahli bahasa telah lama bersepakat bahwa sejumlah bahasa yang dikenal saat ini dari bahasa Inggris ke Yunani ke Hindi -- dikenal sebagai "bahasa Indo-Eropa" --merupakan keturunan modern dari rumpun bahasa yang pertama kali muncul dari satu nenek moyang sejak ribuan tahun lalu. Kini, sebuah studi terbaru memberi informasi lebih lanjut tentang kapan dan di mana bahasa Indo-Eropa itu banyak digunakan.

Menggunakan data lebih dari 150 bahasa, para ahli bahasa dari University of California, Berkeley, memberikan bukti bahwa bahasa nenek moyang ini terbentuk 5500-6500 tahun lalu. "Lokasinya di padang Pontic-Kaspia yang membentang dari Moldova dan Ukraina ke Rusia dan Kazakhstan barat," tulis para peneliti, seperti dikutip dalam Sciencedaily, Jumat, 20 Februari 2015.

Tim peneliti, terdiri atas Will Chang, Chundra Cathcart, David Hall, dan Andrew Garrett, menuliskan temuan ini dalam artikel berjudul Ancestry-constrained phylogenetic analysis supports the Indo-European steppe hypothesis yang akan diterbitkan dalam jurnal Language pada Maret mendatang.

Artikel ini memberikan dukungan baru untuk "hipotesis stepa" atau "hipotesis Kurgan". Teori itu menyatakan bahasa Indo-Eropa pertama kali menyebar dengan perkembangan budaya di kawasan peternakan sekitar 4500-3500 sebelum Masehi. Sebuah teori alternatif mengusulkan bahwa bahasa itu telah menyebar jauh lebih awal, yaitu sekitar 7500-6000 SM, di Anatolia pada zaman Turki modern.

Chang dan timnya memeriksa lebih dari 200 set kata dari bahasa Indo-Eropa yang masih aktif dan yang tidak lagi digunakan. Melalui pemodelan, mereka mengukur seberapa cepat kata-kata itu berubah dari waktu ke waktu. Berdasarkan tingkat perubahan bahasa, mereka menyimpulkan bahwa bahasa yang pertama kali menggunakan kata-kata ini mulai menyebar sekitar 6500 tahun lalu. "Sesuai dengan hipotesis stepa," ucap Chang.

Penelitian ini merupakan salah satu artikel ilmiah berbasis kuantitatif pertama yang mendukung hipotesis stepa. Chang menuturkan metode penelitiannya dapat digunakan untuk mempelajari asalusul keluarga bahasa lain, seperti Afro-Asia dan Sino-Tibet.

MAHARDIKA SATRIA HADI


Sumber:
http://tekno.tempo.co/read/news/2015/02/21/061644131/ini-temuan-terbaru-soal-asal-usul-bahasa-di-dunia




Thursday, July 30, 2015

'Artefak Alien' Misterius Berumur 3 Miliar Tahun

'Artefak Alien' Misterius Berumur 3 Miliar Tahun

Logam Klerksdorp Spheres. Foto
BAKUL - Di kota kecil Ottosdal, di barat laut dari pusat kota Afrika Selatan ada sebuah tambang, di mana penambang yang bekerja di tambang pyrophyllite ini telah menggali bola logam misterius yang dikenal sebagai Klerksdorp Spheres.

Logam ini berwarna coklat kemerahan yang gelap, berbentuk bola agak pipih, dan ukuran dari kurang dari satu sentimeter sampai sepuluh sentimeter. Dan beberapa di antaranya memiliki tiga alur paralel bagaikan garis khatulistiwa.

Logam ini memiliki penampilan luar biasa dan cukup mencolok. Logam yang tertua diyakini berusia sekitar 3 miliar tahun, di mana saat itu Bumi masih terlalu muda untuk kehidupan cerdas.

Tidak heran, logam-logam ini telah menarik perhatian banyak orang dan juga spekulasi dari tidak hanya masyarakat ilmiah, namun berbagai kelompok pinggiran termasuk penciptaan dan pendukung "teori astronot kuno".

Klerksdorp Spheres sering diklasifikasikan sebagai "artefak alien", istilah yang diciptakan oleh seorang naturalis Amerika dan cryptozoologist, untuk menunjukkan benda-benda sejarah, arkeologi, paleontologi atau bunga yang ditemukan dalam konteks yang sangat tidak biasa, atau tampak mustahil yang bisa menantang kronologi sejarah konvensional dengan menjadikannya "terlalu maju" untuk tingkat peradaban yang ada pada saat itu.

Logam-logam ini diklaim memberikan bukti-bukti yang menunjukkan adanya makhluk cerdas, sebelum manusia ada di Bumi ini. Klerksdorp Spheres, bagaimanapun, tidak berasal dari luar bumi atau juga misterius.

Bola ini sebenarnya concretion yang dibentuk oleh presipitasi sedimen vulkanik, abu, atau keduanya, setelah 3 miliar tahun yang lalu. Konkret ini sering berbentuk bulat bagai telur atau berbentuk bulat, maka sering keliru dan disangka telur dinosaurus, atau puing-puing dari luar angkasa.

Contoh Klerksdorp Spheres yang paling terkenal adalah "kelereng Moqui" yang ditemukan di Navajo Sandstone di Utah selatan, dan konkret karbonat ditemukan di Schoharie County, New York. Concretion serupa dan beruur 2,8 miliar tahun juga ditemukan di Hamersley, Australia.

Namun tidak sedikit Klerksdorp Spheres yang dipalsukan. Dan untuk mengujinya hanya bisa dilakukan oleh NASA, dengan mengujinya di gravitasi nol.

Kini spesimen dari Klerksdorp Spheres disimpan di Museum Klerksdorp di Klerksdorp, sebuah kota sekitar 70 kilometer dari Ottosdal.


Sumber:
http://www.bakul.my.id/2015/07/artefak-alien-misterius-berumur-3.html


Thursday, June 25, 2015

Setelah Mars, NASA Lihat Piramida di Planet Ceres

Setelah Mars, NASA Lihat Piramida di Planet Ceres

Willy Haryono - 24 Juni 2015 14:28 WIB
Sebuah objek berbentuk piramida terlihat di permukaan planet berukuran kerdil bernama Ceres. Mirror / NASA
Sebuah objek berbentuk piramida terlihat di permukaan planet berukuran kerdil bernama Ceres. Mirror / NASA
Metrotvnews.com, Pasadena: Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA menyelidiki objek misterius berbentuk seperti piramida di permukaan planet berukuran kerdil bernama Ceres.

Penampakan ini menyeruak setelah kendaraan NASA, Curiosity Rover, mengambil gambar objek mirip piramida di planet Mars. Piramida di Ceres terlihat dari pengamatan pesawat luar angkasa Dawn milik NASA. 

Piramida di Ceres diperkirakan memiliki tinggi separuh gunung Everest. Ceres adalah planet terbesar di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter. 

Dawn juga melihat sedikitnya delapan "titik terang misterius" di dalam sebuah kawah besar. Ilmuwan menduga titik terang itu sebagai pantulan dari es dan garam. 

"Permukaan Ceres memperlihatkan banyak fitur unik dan menarik," tutur Carol Raymond, wakil investigator untuk misi Dawn di laboratorium NASA di Pasadena, California, AS. 

"Sebagai contohnya, permukaan beberapa planet atau bulan di luar sistem Tata Surya memiliki sejumlah kawah dengan lubang di tengahnya. Namun di Ceres, lubang-lubang itu lebih banyak ditemukan di kawah berukuran besar," sambung dia, seperti dikutip Mirror.co.uk, Selasa (23/6/2015). 

Dawn, pesawat yang dibuat untuk mengunjungi planet-planet kerdil, tiba di Ceres pada 6 Maret. Dawn akan tetap berada di ketinggiannya saat ini hingga 30 Juni, dan akan mulai turun secara perlahan pada Agustus. 

Sejumlah orang meyakini penampakan piramida yang ditangkap NASA, termasuk di Mars, sebagai formasi batu yang terbentuk alami. 

Namun penyuka konspirasi menyebutnya sebagai bukti peradaban alien yang memiliki teknologi tinggi.  
WIL


Sumber:
http://internasional.metrotvnews.com/read/2015/06/24/407261/setelah-mars-nasa-lihat-piramida-di-planet-ceres



Foto Planet Mars: Tampak Piramida & Wajah, Ada Kehidupan?

Foto Planet Mars: Tampak Piramida & Wajah, Ada Kehidupan?

RABU, 24 JUNI 2015 | 06:41 WIB
Foto Planet Mars: Tampak  Piramida & Wajah, Ada Kehidupan?
Robot milik NASA mengabadikan gambar piramida di permukaan Planet Mars. mirror.co.uk
TEMPO.COJakarta -Curiosity, robot seukuran mobil milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang menjelajah planet Mars, mengirim gambar ke Bumi yang menunjukkan sebuah piramida berada di Mars. Para penggemar teori konspirasi mengklaim bahwa foto itu sebagai bukti adanya peradaban mahluk luar angkasa.

Foto yang mirip dengan Piramida Besar di Mesir itu dipotret kamera Curiosity pada 7 Mei 2015. Piramida itu diperkirakan sebesar sebuah mobil. Tapi, banyak orang menduga itu cuma formasi batu-batuan Mars yang tak sengaja membentuk piramida.

Namun, kanal YouTube ParanormalCrucible menekankan bahwa tujuan dari 'rancangan dan bentuk nyaris sempurna itu sebagai 'hasil dari rancangan intelijen dan pastilah bukan permainan cahaya dan bayangan'. Foto ini membuat kehebohan di Internet dan disiarkan berbagai media online. Demikian disiarkan Mirror pada Selasa 23 Juni 2015.

Piramida Raksasa

Sebetulnya bukan sekali ini misi NASA ke Mars mendapat foto piramida. Sebuah piramida raksasa di wilayah yang dinamai Cydonia pernah ditemukan dalam misi Viking pada 1976.

Piramida itu panjangnya hampir 3 kilometer dan tingginya 1 kilometer. Piramida menghebohkan ini dinamai 'D&M Pyramid', mengacu pada nama dua penelitinya, DiPietro dan Molenaar.

Wajah di Mars






Yang lebih heboh lagi dari misi Viking pada 1976 itu adalah bahwa dia juga mengirim gambar sebuah bukit berbentuk wajah manusia yang terletak di dekat D&M Pyramid, seperti terlihat di atas.


Penjelasan Ilmiah



Tapi, tampaknya citra 'piramida' dan 'wajah' itu terjadi karena kekurangjelasan foto yang didapat pertama kali. Karena, dalam kasus bukit wajah itu, pemotretan misi NASA berikutnya (1998 dan 2001), yang makin jelas dan tajam, menunjukkan bahwa 'Wajah di Mars' tak lain dari sebuah mesa, sebuah bukit berbentuk meja dengan permukaan atasnya rata. Mesa banyak ditemukan di Amerika dan Afrika.

Jadi, 'Wajah di Mars' jelas hanya sebuah bukit biasa. Bagaimana dengan piramida? meskipun terkesan rumit, ternyata formasi geologis seperti itu dapat ditemukan juga di Bumi. Mereka biasanya terbentuk karena tertutup glasier atau beku karena cuaca. Beberapa contohnya adalah Gunung Assiniboine di Kanada dan Matterhorn di Swiss.

Sayangnya, semua itu barulah tafsir atas citra fotografi. Salah satu cara untuk menyelesaikan perdebatan soal apakah piramida dan wajah itu bikinan alien atau alamiah adalah dengan  mengirim geolog ke sana.

"Mars adalah tempat khusus, dia mengingatkan kami pada rumah... suatu hari kami akan ke sana," kata Jim Garvin, kepala peneliti Mars Exploration Program NASA yang meneliti 'Wajah di Mars'.

MIRROR | UNIVERSE TODAY | SCIENCE@NASA | IWANK


Sumber:
http://tekno.tempo.co/read/news/2015/06/24/061677848/foto-planet-mars-tampak-piramida-wajah-ada-kehidupan/1