GUNUNG TOBA

Sejarah Alternatif Peradaban Manusia

Showing posts with label 7.1. Piramida Sudan. Show all posts
Showing posts with label 7.1. Piramida Sudan. Show all posts

Tuesday, May 12, 2015

Piramida Sudan yang Terlupakan Zaman


Piramida Sudan yang Terlupakan Zaman


BAGIKAN
TWEET
EMAIL


Mandatory Credit: Photo by Imaginechina/REX Shutterstock (2099204c)
Colourful Danxia rock formations
Zhangye Danxia Landform Geological Park, Gansu Province, China - 22 Sep 2012
With its rolling hills, rocky peaks and multitude of colours, this otherwordly visage looks like no place on Earth. However, the spectacular lunar landscape can actually be found at the Zhangye Danxia Landform Geological Park in Gansu Province, China. Like one giant red, orange and yellow-hued paint spattered artwork, the park offers breathtaking views that blaze with colour. The unusual colouration in the rocks is the result of red sandstone and mineral deposits being laid down over 24 million years. The resulting 'layer cake' was then cleaved and buckled by the same tectonic plates responsible for parts of the Himalayan mountains. Wind and rain finished the job by carving the striking formations, which are known as 'danxia' and can only be found in China, into weird and wonderful shapes. The end result of all these different factors are waves of rock layers - including dramatic natural pillars, towers, ravines, valleys and waterfalls.

80 Tempat Menakjubkan yang Tidak Hanya Ada dalam Imajinasi



17 Wahana Air Paling Keren di Seluruh Dunia

  • A tour guide walks his camel as he approaches the historic Meroe pyramids in al-Bagrawiya, 125 miles north of Khartoum, Sudan, on Thursday, April 16, 2015. Sudan’s tourism industry has been devastated by a series of economic sanctions imposed over the country’s civil war and the conflict in Darfur.
  •  
  • A view of the historic Meroe pyramids in al-Bagrawiya, Sudan. The steep, small pyramids rise over the desert hills, a stunning reminder of the ancient Nubian kingdom that once ruled Egypt _ and ones not nearly as visited as those of its neighbor.
  •  
  • Local tourists visit the Meroe pyramids in al-Bagrawiya.
  •  
  • A view of the historic Meroe pyramids in Sudan. The site once served as the principle residence of the rulers of the Kush kingdom, known as the Black Pharaohs. Their pyramids, ranging from 20-feet to 100-feet tall, are some 4,600 years old.
  •  
  • Members of the Sudanese security forces guard the historic Meroe pyramids.
  •  
  • Hieroglyphics are pictured inside a room at the historic Meroe pyramids, a sign of the influence of ancient Egyptian civilization on the Sudanese Meroite kingdom. The pyramids bear decorative elements from the cultures of Pharaonic Egypt, Greece and Rome, according to UNESCO, making them priceless relics.
  •  
  • Tour guides wait for tourists to offer them camel rides at the historic Meroe pyramids in al-Bagrawiya, Sudan. The pyramids at Meroe are deserted despite being a UNESCO World Heritage site like those at Giza in Egypt.
  •  
  • Sudanese security guards walk next to one of the Meroe pyramids.
  •  
  • Abdel-Rahman Omar, head of Khartoum museum, speaks during an interview in al-Bagrawiya. Qatar has pledged $135 million to renovate and support the country’s antiquities programs in last few years. But Abdel Rahman said Sudan still receives just 15,000 tourists per year, versus as hoped for 150,000.
  •  
  • A general view of the historic Meroe pyramids site in al-Bagrawiya, north of Khartoum, Sudan. The steep, small pyramids rise over the desert hills, a stunning reminder of the ancient Nubian kingdom that once ruled Egypt _ and ones not nearly as often visited those of its neighbor.
  •  
  • A Sudanese tour guide and a member of the security forces observes a temple at the Meroe pyramids site.
  •  
  • Names of visitors are seen carved into the stones of one of the Meroe pyramids.
  •  
  • A tour guide rides his camel as he waits for tourists at the Meroe pyramids, in al-Bagrawiya, north of Khartoum, Sudan. International sanctions targeting the government of longtime President Omar al-Bashir over Sudan’s long-running internal conflicts limit the country’s access to foreign aid and donations, while also hampering the country’s tourism.
  •  
  • BERIKUTNYA
    • Hari Bumi: Pemandangan Indah di Planet Biru

    • What could be the future transportation like?

      Perjalanan Masa Depan seperti dalam Star Wars

    • Pinneys Beach on the island of Nevis

      49 Pulau yang Wajib Dikunjungi Selama Hidup di Dunia

       PopSugar

    • Mandatory Credit: Photo by Imaginechina/REX Shutterstock (2099204c)
Colourful Danxia rock formations
Zhangye Danxia Landform Geological Park, Gansu Province, China - 22 Sep 2012
With its rolling hills, rocky peaks and multitude of colours, this otherwordly visage looks like no place on Earth. However, the spectacular lunar landscape can actually be found at the Zhangye Danxia Landform Geological Park in Gansu Province, China. Like one giant red, orange and yellow-hued paint spattered artwork, the park offers breathtaking views that blaze with colour. The unusual colouration in the rocks is the result of red sandstone and mineral deposits being laid down over 24 million years. The resulting 'layer cake' was then cleaved and buckled by the same tectonic plates responsible for parts of the Himalayan mountains. Wind and rain finished the job by carving the striking formations, which are known as 'danxia' and can only be found in China, into weird and wonderful shapes. The end result of all these different factors are waves of rock layers - including dramatic natural pillars, towers, ravines, valleys and waterfalls.

      80 Tempat Menakjubkan yang Tidak Hanya Ada dalam Imajinasi

       PopSugar
    • 10 Pulau Tercantik di Dunia Versi TripAdvisor

      10 Pulau Tercantik di Dunia Versi TripAdvisor

       Relaxnews (AFP)
    • Buka Beranda MSN

1 dari 13 © Mosa'ab Elshamy/AP Photo

PIRAMIDA SUDAN YANG TERLUPAKAN ZAMAN


Seorang pemandu wisata berjalan bersama untanya saat mendekati piramida Meroe di al-Bagrawiya, 125 mil utara Khartoum, Sudan, 16 April 2015. Pariwisata Sudan hancur oleh sanksi ekonomi terhadap negara itu dan juga karena perang saudara serta konflik di Darfur.
Situs arkeologis di Sudan bernama Sedeinga menyimpan kekayaan sejarah dari masa 2.000 tahun yang lalu. Situs tersebut memiliki sedikitnya 35 piramida kuno berukuran kecil.
Piramida-piramida itu ditemukan dalam kurun waktu 2009 sampai dengan 2012 oleh tim arkeolog yang tergabung dalam misi French Archaeological Mission to Sedeinga. Pada masa penggalian, para arkeolog terkejut melihat begitu padatnya piramida yang berada di situs tersebut.
Sebagai contoh, tahun 2011 tim menemukan 13 piramida yang dibangun pada area seluas 1.640 meter persegi atau hanya sedikit lebih besar daripada lapangan bola basket NBA.
Peneliti menduga, padatnya kompleks piramida itu disebabkan tingginya hasrat penduduk Kerajaan Kush (Kerajaan kuno di Sudan) untuk membangun piramida. Pembangunan piramida dipengaruhi oleh piramida Mesir. Pengaruh tersebut masuk setelah Kerajaan Kush membagi daerahnya dengan Mesir pada masa Kekaisaran Roma.
"Kepadatan piramida di Sedeinga sangat tinggi,” ujar Vincent Francigny, peneliti di American Museum of Natural History, New York, kepada Livescience, Rabu (6/2/2013) lalu.
"Sebab, selama ratusan tahun mereka terus membangun lebih, lebih, dan lebih banyak piramida. Dan, setelah berabad-abad, mereka mulai mengisi setiap ruang yang masih tersedia di pekuburan itu."
Pembangunan piramida terus berlangsung hingga pada satu titik dimana orang Kush kehabisan ruang untuk membangun piramida. Mereka menyadari bahwa ruang mulai penuh dan menggunakan lagi makam yang sudah dibangun sebelumnya untuk mengubur orang baru.
Peneliti mengungkapkan, ukuran piramida yang ditemukan sangat beragam. Piramida terbesar yang ditemukan berukuran hampir 7 meter. Sementara yang terkecil sepertinya digunakan untuk mengubur anak kecil, ukurannya hanya sebesar 76,2 cm
Pada saat ditemukan, puncak piramida sudah tak ada. Atap diduga rusak seiring waktu karena lokasi juga digunakan sebagai jalur iring-iringan unta.
Francigny menduga, puncak piramida mungkin dihiasi dengan batu yang bergambarkan burung atau bunga lotus di atas sebuah bola surya.
Francigny menjadi direktur penggalian dalam misi ke Sedeinga tersebut. Ia dan Claude Rilly, ketua tim peneliti, telah memublikasikan hasil temuan ini di edisi terbaru The Journal Sudan and Nubia.

Sumber:
http://u.msn.com/id-id/travel/travelinspiration/piramida-sudan-yang-terlupakan-zaman/ss-BBiKsud

Posted by Unknown at 5:03 AM No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: 7.1. Piramida Sudan

Friday, May 2, 2014

5 Piramida Keren Ini Bukan di Mesir




5 Piramida Keren Ini Bukan di Mesir

Afif Farhan - detikTravel - Senin, 03/03/2014 16:04 WIB


Foto: (Thinkstock) 
Karima - Piramida dikenal sebagai bangunan bersejarah sekaligus daya tarik wisata di Mesir. Tapi tahukah Anda, setidaknya ada 7 piramida lainnya yang tersebar di berbagai negara dan tak kalah menakjubkan. Siap-siap tercengang melihatnya!

Mesir boleh dikenal sebagai Negeri Piramida, karena ada sekitar 100-an piramida di sana. Namun, ada beberapa piramida lainnya di dunia yang bisa dikunjungi wisatawan dan bentuknya tak kalah menawan dengan yang ada di Mesir. Apalagi, ada sejarah di dalamnya yang menarik untuk ditelusuri.

Dilongok dari Conde Nast Traveler, Senin (3/3/2014) berikut 5 piramida di dunia yang letaknya bukan di Mesir:
Foto: (Thinkstock) 
1. Piramida Tikal di Guatemala
Guatemala di Amerika Selatan, punya Piramidada Tikal yang berada di El Peten. Piramida Tikal merupakan peninggalan dari Suku Maya dan jadi salah satu situs arkeologi terbesar dari suku yang pernah menghebohkan dunia dengan ramalan kiamatnya tersebut.

Piramida Tikal diperkirakan sudah dibangun sejak tahun 732. Tikal ini sebenarnya juga disebut candi, namun lebih dikenal dengan sebutan piramida karena bentuknya seperti segitiga.

Piramida Tikal punya tinggi mencapai 47 meter, terbuat dari batu kapur dan masih bertahan dengan baik hingga sekarang. Piramida Tikal pun sudah masuk dalam Situs Warisan Dunia oleh UNESCO di tahun 1979.


Foto: (Thinkstock) 
2. Piramida Nubia di Sudan
Sudan punya piramida yang jumlahnya lebih dari 200. Bahkan, Sudan disebut-sebut sebagai Negara Piramida yang sebenarnya karena jumlah piramida di sana lebih banyak daripada di Mesir. Ratusan piramida itu ada di wilayah Nubia, bagian utara dari Sudan dan dekat Sungai Nil.

Ada keunikan dari Piramida Nubia, yakni berbentuk limas sempuna dengan garis yang lurus dan bentuknya lebih kecil dari piramida di Mesir. Piramidanya diperkirakan dibuat oleh bebatuan pasir dan jadi bukti dibangun oleh peradaban yang tinggi.

Piramida-piramida di Sudan ini berfungsi sebagai makam para raja. Salah satu kawasan makam raja yang terkenal di sana adalah piramida di Gunung Barkal sebagai kuburan raja-raja Napatan. Asal tahu saja, piramida di Sudan diyakini sudah ada sejak abad 720-300 SM!


Foto: (Thinkstock) 
3. Piramida Matahari di Meksiko
Selain Suku Maya di Guatemala, Suku Aztec di Meksiko juga membangun piramida pada masanya. Suku Aztec membangun komplek bernama Teotihuacan di kawasan lembah berjarak sekitar 48 Km dari Mexico City. Di sinilah terdapat Piramida Matahari.

Tinggi piramida ini bisa mencapai 72 meter dan jauh lebih rendah dari piramida-piramida yang ada di Mesir. Piramida Matahari pertama kali ditemukan tahun 1970 dan turis diizinkan untuk mendaki naik ke bangunan piramida ini. Selain Piramida Matahari, di sana ada juga Piramida Bulan.

Diperkirakan, Piramida Matahari sudah dibangun sejak tahun 100 Masehi. Piramida Matahari disinyalir jadi salah satu bangunan paling suci bagi Suku Aztec. Tak heran, nama Teotihuacan saja memiliki arti 'tempat kelahiran para dewa'.
Foto: (Thinkstock)

4. Piramida Cestius, Italia
Siapa sangka, ada piramida di Eropa! Inilah Piramida Cestius yang ada di Kota Roma, Italia. Piramida ini dibuat sebagai makam dari Gaius Cestius yang merupakan seorang agamawan terkenal di Roma.

Piramida Cestius disinyalir dibangun pada tahun 18 SM sampai 12 SM. Usut punya usut, Piramida Cestius punya bentuk yang sama dengan piramida di Sudan. Piramida Cestius berbentuk limas sempuna dengan garis yang lurus. Apakah kebetulan saja? Atau...


Foto: (Thinkstock) 
5. Piramida Guimar
Satu lagi piramida yang ada di Eropa, yaitu Piramida Guimar. Piramida ini berada di Pulau Tenerife, Kepulauan Canaria, Spanyol. Piramida Guimar tersusun dari enam lapisan bebatuan vulkanik. Kalau diperhatikan, bentuknya mirip dengan piramida buatan Suku Maya!

Piramida Guimar ditemukan pertama kali tahun 1990 dan diperkirakan dibangun pada abad ke-19. Belum diketahui siapa pembuatnya, tapi para arkeolog beranggapan kalau pembuatnya adalah Suku Guanche yang merupakan penduduk asli di Kepulauan Canaria.

Asyiknya, turis bisa datang ke Pulau Tenerife untuk melihat Piramida Guimar dari dekat. Para arkeolog dan peneliti pun masih terus meneliti asal usul piramida tersebut.


Sumber:
http://travel.detik.com/read/2014/03/03/160418/2513862/1520/6/5-piramida-keren-ini-bukan-di-mesir#menu_stop
Posted by Unknown at 8:22 PM No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: 7.1. Piramida Sudan

Ternyata, Sudan Punya Piramida Lebih Banyak Dari Mesir

Ternyata, Sudan Punya Piramida Lebih Banyak Dari Mesir

Afif Farhan - detikTravel - Selasa, 11/06/2013 08:43 WIB
Ini dia Piramida Meroe yang bentuknya miring sempurna dan lebih kecil dari piramida Mesir (www.oasisoverland.co.uk)
Para ahli arkeolog beranggapan, pembangunan Piramida Meroe dibangun oleh peradaban yang tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan tingkat kemiringan di piramidanya yang sangat sempurna. Piramida tersebut diperkirakan dibuat oleh bebatuan pasir.

Meski begitu, para arkeolog masih terus meneliti Piramida Meroe. Meski beberapa kuburan ditemukan di dalam piramida, ada banyak pertanyaan lain yang belum terpecahkan. Satu hal, keberadaan piramida tersebut cukup terpencil dan masih ada ratusan piramida yang belum diteliti secara mendalam.

Sayang, peninggalan bersejarah ini sebagian telah dirusak dan dijarah oleh oknum-oknum tertentu. Beberapa atap piramida pun telah rusak. Oleh sebab itu, pemerintah Sudan pun semakin ketat menjaga piramida yang berarsitektur tinggi tersebut.

Beberapa travel agen di Sudan menawarkan paket wisata mengunjungi Piramida Meroe, seperti Taharka Tours and Travel dan Raidan Travel. Selain itu, wisatawan bisa datang langsung ke Piramida Meroe dari Kota Shendi dan tinggal menyewa kendaraan.

Tiket masuk yang dipatok dari dinas pariwisata setempat untuk mengunjungi kawasan Piramida Meroe adalah sekitar USD 10 atau sekitar Rp 100.000. Piramida tersebut berada di tengah padang gurun, jadi jangan kaget kalau tidak ada rumah makan atau toilet.

Piramida Meroe masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Lagi-lagi pertanyaan akan muncul saat Anda melihatnya dari dekat, apakah manusia zaman dulu sangat pintar hingga mampu membuat piramida seperti ini?


NEXT »

Wisatawan yang berfoto-foto di sekitar bangunan piramida (Reuters)



Sumber:
http://travel.detik.com/read/2013/06/11/084321/2269689/1383/2/ternyata-sudan-punya-piramida-lebih-banyak-dari-mesir
Posted by Unknown at 8:11 PM No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: 7.1. Piramida Sudan

Wednesday, April 30, 2014

Kompleks Piramida Mini Ditemukan di Sudan

Kamis, 07 Februari 2013 | 22:11 WIB

Kompleks Piramida Mini Ditemukan di Sudan

Kompleks Piramida Mini Ditemukan di Sudan
Kompleks piramida kota kuno Meroe, tak jauh dari Sungai Nil yang melintasi Sudan. REUTERS/ Mohamed Nureldin Abdallah

TEMPO.CO, Sudan - Sebanyak 35 piramida kecil bersama dengan kuburan telah ditemukan bergerombol di sebuah situs Sedeinga di Sudan. Piramida tersebut ditemukan antara tahun 2009 hingga 2012. Para peneliti terkejut melihat betapa padatnya piramida tersebut terkonsentrasi.

Kompleks piramida ini berumur 2.000 tahun ketika sebuah kerajaan bernama Kush berkembang di Sudan. Kush berbatasan dengan Mesir dan kekaisaran Romawi. Bangunan piramida tersebut nampaknya dipengaruhi oleh arsitektur penguburan Mesir.

"Kepadatan piramida sangat besar," kata peneliti Vincent Francigny yang bekerjasama dengan American Museum of Natural History di New York. Piramida terbesar yang mereka temukan memiliki lebar 7 meter dengan panjang 750 milimeter yang kemungkinan dibangun untuk pemakaman anak.

Puncak-puncak piramida tidak terpasang karena berlalunya waktu dan kehadiran rute kafilah unta yang mengakibatkan kerusakan pada bagian monumen itu. Francigny mengatakan bahwa puncak dihiasi dengan batu yang menggambarkan burung atau bunga matahari di atas bola matahari.

Bangunan kemudian berlanjut sampai akhirnya mereka kehabisan ruang untuk membangun piramida. "Mereka mencapai titik dimana begitu penuh dengan kuburan. Dan mereka harus menggunakan kembali piramida tua," katanya.

Diantara penemuan terdapat piramida yang dirancang dengan kubah bagian dalam dibangun dengan struktur melingkar. Lingkaran tersebut terhubung ke sudut piramida melalui bingkai yang bersilangan.

Hanya satu piramida yang dibangun dengan struktur ini. Dan masih menjadi misteri mengapa orang-orang Sedeinga menyukai desain tersebut. sebuah penemuan yang dibuat tahun 2012 dapat memberikan petunjuk. "Apa yang kami temukan tahun ini sangat menarik. Sebuah makam anak yang ditutupi oleh semacam lingkaran hampir lengkap dari batu bata," kata Francigny.

Kuburan-kuburan di samping piramida mungkin telah dijarah pada zaman kuno oleh para arkeolog saat mereka menggali. Peneliti masih menemukan sisa-sisa kerangka dan artefak.

Salah satu temuan baru yang paling menarik adalah meja korban. Nampaknya artefak ini untuk menggambarkan dewi Isis dan dewa berkepala serigala, Anubis. Selain itu juga ditemukan sebuah prasasti dalam bahasa Meroitic yang didedikasikan untuk seorang wanita bernama Aba-la. Mungkin ini nama panggilan untuk nenek.

LIVE SCIENCE | ISMI WAHID


http://www.tempo.co/read/news/2013/02/07/095459883/Kompleks-Piramida-Mini-Ditemukan-di-Sudan 



Kompleks Padat Piramida Ditemukan di Sudan

Selasa, 19 Februari 2013 | 13:08 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Situs arkeologis di Sudan bernama Sedeinga menyimpan kekayaan sejarah dari masa 2.000 tahun yang lalu. Situs tersebut memiliki sedikitnya 35 piramida kuno berukuran kecil.

Piramida-piramida itu ditemukan dalam kurun waktu 2009 sampai dengan 2012 oleh tim arkeolog yang tergabung dalam misi French Archaeological Mission to Sedeinga. Pada masa penggalian, para arkeolog terkejut melihat begitu padatnya piramida yang berada di situs tersebut.

Sebagai contoh, tahun 2011 tim menemukan 13 piramida yang dibangun pada area seluas 1.640 meter persegi atau hanya sedikit lebih besar daripada lapangan bola basket NBA.

Peneliti menduga, padatnya kompleks piramida itu disebabkan tingginya hasrat penduduk Kerajaan Kush (Kerajaan kuno di Sudan) untuk membangun piramida. Pembangunan piramida dipengaruhi oleh piramida Mesir. Pengaruh tersebut masuk setelah Kerajaan Kush membagi daerahnya dengan Mesir pada masa Kekaisaran Roma.

"Kepadatan piramida di Sedeinga sangat tinggi,” ujar Vincent Francigny, peneliti di American Museum of Natural History, New York, kepada Livescience, Rabu (6/2/2013) lalu.

"Sebab, selama ratusan tahun mereka terus membangun lebih, lebih, dan lebih banyak piramida. Dan, setelah berabad-abad, mereka mulai mengisi setiap ruang yang masih tersedia di pekuburan itu."

Pembangunan piramida terus berlangsung hingga pada satu titik dimana orang Kush kehabisan ruang untuk membangun piramida. Mereka menyadari bahwa ruang mulai penuh dan menggunakan lagi makam yang sudah dibangun sebelumnya untuk mengubur orang baru.

Peneliti mengungkapkan, ukuran piramida yang ditemukan sangat beragam. Piramida terbesar yang ditemukan berukuran hampir 7 meter. Sementara yang terkecil sepertinya digunakan untuk mengubur anak kecil, ukurannya hanya sebesar 76,2 cm

Pada saat ditemukan, puncak piramida sudah tak ada. Atap diduga rusak seiring waktu karena lokasi juga digunakan sebagai jalur iring-iringan unta.

Francigny menduga, puncak piramida mungkin dihiasi dengan batu yang bergambarkan burung atau bunga lotus di atas sebuah bola surya.

Francigny menjadi direktur penggalian dalam misi ke Sedeinga tersebut. Ia dan Claude Rilly, ketua tim peneliti, telah memublikasikan hasil temuan ini di edisi terbaru The Journal Sudan and Nubia.


Penulis: Fifi Dwi Pratiwi
Editor : yunan
Sumber:http://www.lintas.me/go/sains.kompas.com/komplek-berisi-35-piramid-kuno-ditemukan-di-sudan
Posted by Unknown at 12:17 PM No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: 7.1. Piramida Sudan

Puluhan Piramida Kuno Ditemukan di Sudan

Puluhan Piramida Kuno Ditemukan di Sudan

Kamis, 7 Februari 2013 - 17:10 wib | Ahmad Luthfi - Okezone

(Foto: Cbsnews) (Foto: Cbsnews) KHARTOUM - Arkeolog mengumumkan penemuan 35 piramida kecil serta makam kuno di situs bernama Sedeinga, Sudan. Pencarian piramida kuno ini telah dimulai sejak 2009 hingga 2012.

Dilansir Cbsnews, Kamis (7/2/2013), 35 piramida beserta makam yang ditemukan ini berada di jarak yang tidak berjauhan. Khususnya di 2011, tim peneliti menemukan 13 piramida yang tersusun menjadi sekira 5.381 meter persegi, atau sedikit lebih besar ketimbang lapangan basket NBA.

Piramida kuno ini menunjukkan penanggalan 2.000 tahun lalu, ketika kerajaan bernama Kush berkembang di Sudan. Konon, kerajaan Kush membagi sebagian wilayah tepi dengan Mesir dan kemudian dengan kerajaan Romawi.

Peneliti meyakini keinginan masyarakat kerajaan ketika itu ialah membangun piramida yang terinspirasi oleh arsitektur pemakaman Mesir. Peneliti mengatakan, pembangunan piramida berlanjut selama satu abad.

"Kepadatan piramida sangat besar," kata peneliti Vincent Francigny, yang bekerja dengan American Museum of Natural History di New York. Ia menjelaskan, oleh karena piramida ini bertahan selama ratusan tahun, masyarakat kemudian membangun lebih banyak piramida.

Kemudian, setelah memasuki satu abad lebih, masyarakat mulai mengisi semua ruang yang tersedia di nekropolis (pemakaman besar di kota kuno). Peneliti menemukan piramida paling besar memiliki lebar 22 kaki di bagian dasarnya. (fmh)

Sumber:
http://techno.okezone.com/read/2013/02/07/56/758403/puluhan-piramida-kuno-ditemukan-di-sudan/large 




35 Piramid Ditemukan di Sudan
Rabu, 13 Februari 2013


NET/KISUTA.COM
SEKITAR 35 piramida kecil ditemukan pada sebuah situs makam Sedeinga di Sudan. Seperti halnya piramida yang ada di Mesir, bangunan ini diperkirakan untuk menghormati orang-orang yang sudah wafat, juga sebagai monumen pemujaan bagi para dewa kuno.* 
PIRAMID atau piramida adalah konstruksi bangunan yang digunakan oleh bangsa Mesir Kuno dan suku Maya. Bangunan ini digunakan sebagai makam raja-raja masa dahulu dan sekaligus sebagai sarana ibadah atau tempat pemujaan.

Ternyata, piramida pun ditemukan di Sudan. Tak mengherankan, karena Sudan merupakan bagian dari sejarah budaya Mesir Kuno yang tidak boleh kita lupakan, terutama wilayah Nubia. Sekitar 35 piramida kecil ditemukan pada sebuah situs makam Sedeinga di Sudan. Seperti halnya piramida yang ada di Mesir, bangunan ini diperkirakan untuk menghormati orang-orang yang sudah wafat, juga sebagai monumen pemujaan bagi para dewa kuno.

Para peneliti terkejut melihat betapa padatnya piramida tersebut terkonsentrasi. "Kepadatan piramida sangat besar," kata peneliti Vincent Francigny yang bekerjasama dengan American Museum of Natural History di New York untuk meneliti piramida-piramida di situs pemakaman Sedeinga tersebut.

Ada beberapa piramida yang telah ditemukan dan mungkin sudah terpecahkan, tetapi banyak juga primida yang sampai saat ini masih menjadi misteri besar. Di antara penemuan terdapat piramida yang dirancang dengan kubah bagian dalam dibangun dengan struktur melingkar. Lingkaran tersebut terhubung ke sudut piramida melalui bingkai yang bersilangan.

Seperti diinformasikan Livescience, piramida di situs makam Sedeinga ditemukan antara tahun 2009 dan 2012. Tahun 2011, tim arkeolog pernah menemukan setidaknya 13 piramida yang jika ditotal ukurannya bisa seluas 500 meter persegi. Piramida di Sedeinga ini diperkirakan telah dibangun sejak tahun 2000 sebelum Masehi, pada masa Kerajaan Kush. Luas kekuasaan kerajaan ini berbatasan dengan wilayah Mesir Kuno dan Kekaisaran Romawi Kuno. Piramida-piramida yang ada di komplek piramida ini, mungkin diilhami dari metode arsitektur penguburan bangsa Mesir
.

Bangunan piramida yang ada di situs makam Sedeiga tertimbun selama berabad-abad. Pembangunan piramida ini diperkirakan berlangsung selama ratusan tahun dan setelah berabad-abad kemudian memenuhi seluruh ruangan pemakaman tersebut. Makam yang berada disamping piramida sebagian besar telah dijarah, mungkin di abad terdahulu situs makam ini sudah pernah digali arkeolog lain.

Piramida terbesar memiliki lebar sekitar 7 meter, kemungkinan dibangun untuk menghormati pemakaman seorang anak, yang panjang kuburannya hanya 75 centimeter. Puncak piramida dulunya dihiasi dengan batu indah yang menggambarkan burung atau bunga teratai di atas bola matahari. Ketika ditemukan, puncak piramida tidak ada lagi karena termakan usia dan rusak karena sering dilewati unta. Maklum saja, kawasan di mana ditemukannya piramida-piramida tersebut, merupakan jalur khafilah unta.* Ati Suprihatin-kisuta.com


Sumber:
http://www.kisuta.com/20130213-35-piramid-ditemukan-di-sudan 





Arkeolog Temukan 35 Piramida Di Sudan


Sudan, negara ini terkenal dengan sejarah yang panjang. Memiliki hubungan erat dengan sejarah Mesir kuno. Jika di Mesir ada Piramida yang terkenal di dunia, di Sudan juga telah ditemukan adanya 35 Piramida namun bentuk dan ukurannya jauh berbeda dengan yang berada di Mesir. Dalam tahap penggalian, di awal tahun 2011 lalu hanya menemukan 13 bangunan Piramida. Piramida-piramida tersebut terkumpul dalam satu area yang luasnya kurang lebih mencapai 500 m persegi.

Penelitian yang dilakukan beberapa arkeolog di Sudan telah dimulai sejak 2009 - 2012 lalu di daerah Sedeinga. Piramida yang ditemukan ukurannya beraneka ragam. Yang tertinggi memiliki ukuran kurang lebih 22 kaki atau 7 meter dan yang terkecil memiliki ukuran 30 inci atau 75 cm.


Jika menilik beberapa keterangan yang didapat dari masyarakat setempat, dapat disimpulkan bahwa peradaban kuno yang ditemukan sekarang kurang lebih dibangun 2000 tahunan yang lalu. Piramida ini adalah bagian kerajaan-kerajaan dimasa lampau dyang dikenal sebagai bangsa Kush.

Para arkeolog berkesimpulan, adanya bangunan Piramida di Sudan ini karena dipengaruhi oleh peradaban kuno Mesir dimana disana juga di bangun sebuah Piramida untuk makan raja-raja. Namun ada yang membedakan antara peradaban bangsa Kush dengan peradaban Mesir kuno dalam membangun Piramida. Piramida yang ada di Mesir bangunannya sangat megah, tinggi dan besar sedangkan Piramida di Sudan berukuran sebaliknya, namun terlihat padat dan terkumpul begitu berdekatan satu sama lain. 
Sumber:
http://forum.viva.co.id/iptek/731751-arkeolog-temukan-35-piramida-di-sudan.html



Posted by Unknown at 12:13 PM No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: 7.1. Piramida Sudan

Melongok Piramida Meroe di Sudan

Melongok Piramida Meroe di Sudan

28 May 2010 
Melihat barisan Piramida Meroe, teringat lagu lama yang pernah populer di tahun 1950-an:
“See the Pyramids along the Nile, send me photograph and souvenir…You belong to me”.
Bicara piramida, asosiasi orang umumnya negara Mesir. Piramid sebenarnya tidak hanya terdapat di Mesir. Di Meksiko, ada juga piramida peninggalan bangsa Aztec.

Masih di Meksiko juga, dari kawasan Semenanjung Yucatan, banyak dijumpai piramida peninggalan bangsa Maya, yang menyebar ke Amerika Tengah, sekarang masuk negara-negara Belize, Guatemala, El Salvador, Honduras, dan lain-lain. Baru-baru ini penulis berkunjung ke Sudan, negara tetangga Mesir, ternyata ada banyak piramida juga.

Penulis menyempatkan diri melongok kompleks Piramida Meroe, lokasinya 220 km di sebelah barat laut Khartoum, ibu kota Sudan. Meski dikatakan highway, jalur jalan raya itu terdiri atas dua lajur saja dan digunakan untuk dua jalur lalu lintas berlawanan arah.

Untuk menempuh jarak itu dibutuhkan waktu sekitar 4,5 jam. Perjalanan yang melelahkan dan membosankan karena pemandangan di kedua sisi jalan itu melulu berupa padang pasir.

Tiga dinasti
Ketika tampak barisan piramida di puncak bukit pasir, timbul lagi gairah kami untuk berwisata memasuki kompleks Piramida, yang dinamakan Royal Cemeteries of Meroe. Tak peduli harus mendaki lereng pasir yang membutuhkan tenaga ekstra.

Mencapai puncak bukit, tampak barisan piramida di tengah padang pasir yang luas. Ukurannya tak sebesar yang ada di Mesir, tapi jumlahnya banyak sekali. Kondisinya sudah tidak utuh, banyak yang rusak. Sebagian sudah diperbaiki, namun hasil restorasi itu terlihat jelas bekas perbaikan.

Lembah Sungai Nil dahulu dikenal sebagai daerah Nubia. Tercatat antara tahun 2600 SM-300 M berkuasa Kerajaan Kush. Dalam kurun ribuan tahun itu, ada tiga dinasti yang berkuasa, yaitu Kerma, Nepata, dan Meroe. Karena demikian perkasa, Nepata pada tahun 712-657 SM pernah menguasai Mesir sebagai Pharaoh Dinasti ke XXV.

Di Meroe tercatat kurang lebih ada 200 piramida. Itu adalah pemakaman kuno raja-raja Nubia, permaisuri, serta kerabat. Lokasi piramida terbagi dalam tiga kelompok, berdasarkan lokasi pusat kekuasaan ketiga dinasti.

Pernah dijarah
Pada tahun 1920-an terjadi penjarahan yang memilukan. Seorang penjelajah Italia, Giuseppe Ferlini, merusak puncak 40 buah piramida, lalu menjarah barang-barang berharga dari makam-makam raja itu.

Konon hanya dari sebuah makam ia bisa mendapat perhiasan emas, yang kemudian dijualnya ke museum di Munich dan Berlin. Puncak piramida itu ia tinggal begitu saja dalam keadaan rusak.
Direktorat Purbakala Sudan lalu merestorasinya pada tahun 1980-an. Saat dilakukan penelitian resmi, diadakan ekskavasi pada piramida berukuran lebih besar. Didapati berbagai artefak berupa senjata, busur panah, kotak penyimpanan panah, cincin pelindung jempol pemanah, peralatan kuda, furnitur, barang tembikar, gelas-gelas berwarna, dan sebagainya.

Pada dinding susunan batu piramid tampak banyak relief. Sayangnya, relief itu tampak samar karena tererosi tiupan angin yang membawa butir-butir pasir selama ribuan tahun. Bukan saja mengikis relief pada dinding batu, tapi juga terjadi penimbunan pasir di dalam ruangan dan halaman.

Naik unta
Terlihat kerja pemugaran puncak piramida dan pembuatan kapel di muka piramida. Kapel ini semacam biara atau musola. Perlu diketahui, pada ribuan tahun sebelum Masehi, agama Kristen dan Islam belum dikenal. Kiranya biara untuk warga membaca salawat, mendoakan arwah raja agar mendapat jalan lapang kembali kepada Sang Pencipta.

Pelancong yang ingin menghindari berjalan kaki di bawah terik sinar matahari dapat naik unta sekaligus menyimpan kenangan khas gurun pasir, piramida dan unta.

http://www.potlot-adventure.com/melongok-piramida-meroe-di-sudan/
Sumber: Senior
Posted by Unknown at 12:07 PM No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: 7.1. Piramida Sudan
Older Posts Home
View mobile version
Subscribe to: Posts (Atom)

Buku telah terbit:

Buku telah terbit:
Buku ini mengungkapkan asal-usul dan jatidiri Orang Toba hingga detail berdasarkan ilmu pengetahuan modern termasuk DNA. Juga mengungkapkan rahasia hubungan Orang Toba dengan Pakpak, Karo, Simalungun, dan Mandailing berdasarkan migrasi leluhur yang pertama datang ke Sumatera.Harga buku @ Rp 30.000,- + ongkos kirim Rp 20.000,-. Dapat dipesan melalui PIN 5D112C5F / HP 0853.5808.7473 (hanya SMS) / LINE: edwardsimanungkalit. Pembayaran melalui transfer rekening BRI 762201003565535 a/n. Edward Simanungkalit

Translate

Pages

  • Home

Search This Blog

Labels

  • 1. Hollow Earth (70)
  • 2. Gunung Toba (39)
  • 23. Migrasi Manusia dan Genetika (155)
  • 3 (1)
  • 3. Misteri Peradaban (265)
  • 4. Lemuria (41)
  • 5. Atlantis (83)
  • 6. Sundaland (454)
  • 7. Piramida-Piramida di Dunia (1)
  • 7.0. Piramida Mesir (24)
  • 7.1. Piramida Sudan (6)
  • 7.2. Piramida Italia & Spanyol (6)
  • 7.3. Piramida Cina (8)
  • 7.4. Piramida Amerika (53)
  • 7.5. Piramida Bosnia (21)
  • 7.6. Piramida Indonesia (236)
  • 8. Jejak Alien-UFO-USO-BETA (227)

About Me

Unknown
View my complete profile
Powered By Blogger

My Blog List

  • SOPO PANISIOAN
    SI RAJA BATAK DENGAN TAROMBO: Edward Simanungkalit Menjawab Uli Kozok
    7 months ago
  • GUNUNG TOBA di SUNDALAND
    DARI ASIA DARATAN HINGGA DI TANAH KARO: Sebuah Penelusuran Para Ahli Genetika
    10 years ago
  • GUNUNG TOBA
    DARI ASIA DARATAN HINGGA DI TANAH KARO: Sebuah Penelusuran Para Ahli Genetika
    10 years ago
  • SIMANUNGKALIT OKE
    DARI ASIA DARATAN HINGGA DI TANAH KARO: Sebuah Penelusuran Para Ahli Genetika
    10 years ago
  • Edward Simanungkalit
    DARI ASIA DARATAN HINGGA DI TANAH KARO: Sebuah Penelusuran Para Ahli Genetika
    10 years ago
  • From Grace to Grace
    ETNIS TOBA GAGAL MENJADI ISRAEL YANG HILANG
    10 years ago

Total Pageviews

Online Visitors

Visitors

Related

  • Wikipedia - Perubahan terbaru [id]
    D'Academy (musim 8)
    4 minutes ago
  • ESDM - Badan Geologi
    KONDISI GUNUNG ANAK KRAKATAU PER 30 DESEMBER 2018
    7 years ago
  • :: MARI :: Masyarakat Arkeologi Indonesia - MARI - Masyarakat Arkeologi Indonesia
  • National Geographic Indonesia
  • Berita - BBC Indonesia
  • Liputan6.com Berita Harian Terkini Indonesia - Kabar Terbaru Hari Ini
  • Arkeologi Indonesia - situs arkeologi Indonesia terjadul ! - Arkeologi Indonesia
  • Geomagz - Majalah Geologi Populer
  • Majalah Historia Online
  • www.sejarah.kompasiana.com
  • Pusat Arkeologi Nasional
  • Kompas.com Sains

Popular Posts - Last 30 days

  • MEMBONGKAR MITOS SI RAJA BATAK: Sebuah Strategi Belanda dalam Pembatakan Non-Melayu
  • MAAF, ETNIS TOBA MEMANG BUKAN ISRAEL YANG HILANG!
  • KARO DAN NIAS BUKAN KETURUNAN SI RAJA BATAK; INI BUKTINYA!
  • G U N U N G T O B A
  • Jaman dan Perioda Nabi Adam as ?
  • Perjalanan Olaf Jansen Dalam Rongga Bumi
  • Fakta dan Foto: Piramida di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat--
  • Benarkah Piramida Mesir Dibangun Para Alien?
  • Gambar UFO di Piramida Mesir
  • Dua Piramida Raksasa Ditemukan di Pusat Segitiga Bermuda?

Popular Posts - All time

  • 5 Situs Peninggalan Suku Maya yang Masih Ada
  • Misteri Black Hole dan Worm Hole di Luar Angkasa
  • Pompeii Kota Maksiat yang dihancurkan Allah
  • PENEMUAN FOSIL MANUSIA PURBA DI INDONESIA
  • 5 Peradaban Manusia Tertua Di Dunia
  • Penemuan Tembok Lurus Misterius Dalam Laut Utara Papua
  • MAAF, ETNIS TOBA MEMANG BUKAN ISRAEL YANG HILANG!
  • 10 Peradaban Kuno yang Memiliki Teknologi Canggih
  • MEMBONGKAR MITOS SI RAJA BATAK: Sebuah Strategi Belanda dalam Pembatakan Non-Melayu
  • KARO DAN NIAS BUKAN KETURUNAN SI RAJA BATAK; INI BUKTINYA!

Blog Archive

  • ▼  2016 (17)
    • ▼  June (2)
      • MEMBONGKAR MITOS SI RAJA BATAK: Sebuah Strategi Be...
      • DARI ASIA DARATAN HINGGA DI TANAH KARO: Sebuah Pen...
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (3)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (221)
    • ►  December (4)
    • ►  November (13)
    • ►  September (10)
    • ►  August (15)
    • ►  July (11)
    • ►  June (18)
    • ►  May (40)
    • ►  April (11)
    • ►  March (17)
    • ►  February (53)
    • ►  January (29)
  • ►  2014 (1259)
    • ►  December (124)
    • ►  November (100)
    • ►  October (148)
    • ►  September (80)
    • ►  August (83)
    • ►  July (4)
    • ►  June (18)
    • ►  May (391)
    • ►  April (303)
    • ►  March (8)
Picture Window theme. Theme images by enot-poloskun. Powered by Blogger.