Showing posts with label 7.0. Piramida Mesir. Show all posts
Showing posts with label 7.0. Piramida Mesir. Show all posts

Wednesday, November 11, 2015

Ada Hieroglif di Balik Pintu Misterius Piramida Giza

Ada Hieroglif di Balik Pintu Misterius Piramida Giza

 

Ada Hieroglif di Balik Pintu Misterius Piramida GizaWikimedia Commons
Robot penjelajah yang dikirim ke dalam Piramida Giza menemukan hieroglif di belakang pintu misterius. Simbol-simbol itu diharapkan memberikan informasi mengenai tujuan pembuatan ruangan di dalam piramida.

Gambar-gambar yang dikirim robot menunjukkan hieroglif ditulis dengan cat berwarna merah. "Kami yakin kalau dapat diterjemahkan, hieroglif ini akan dapat membantu para ahli mengetahui alasan pembuatan ruangan," kata Rob Richardson, desainer robot penjelajah yang digunakan pada studi.

Piramida Giza, yang dibangun untuk Firaun Khufu, merupakan piramida terbesar dari keluarga tiga piramida di Giza. Menurut rumor, Piramida Giza memiliki jalan tersembunyi menuju ruang rahasia.

Di dalam piramida tersebut, terdapat empat ruangan sempit. Dua ruangan memanjang dari bagian atas menuju ke luar. Dua ruangan lain lebih rendah posisinya, satu di bagian utara, lainnya di selatan. Salah satu ruangan di bawah menghilang ke dalam struktru piramida. Keempat ruangan tersebut, sejak ditemukan pada tahun 1872, sudah menjadi teka-teki bagi peneliti.

Ruangan-ruangan tersebut diyakini sebagai bagian dari ritual--sebagai jalan bagi jiwa firaun yang sudah meninggal. Tahun 1993, peneliti Jerman Rudolf Gantenbrink mengirim robot ke dalam ruangan selatan. Setelah memanjat sekitar 65 meter dari pusat piramida, robot berhenti di depan sebuah pintu misterius yang dikunci dengan dua lempeng tembaga. Pintu yang sama juga ditemukan di ruang utara.

Robot dari proyek terakhir, Proyek Djedi, bsia masuk lebih dalam. Robot mampu memanjat tembok sambil membawa kamera seperti ular kecil yang dapat melihat ke sudut-sudut. Kamera tersebut cukup kecil untuk masuk ke dalam lubang kecil di pintu batu di ruangan selatan, membuat peneliti dapat melihat isi ruangan.

"Ada banyak pertanyaan yang belum terjawab," kata Richardson. "Kenapa ada tulisan di situ? Apa arti tulisan itu?"

Robot Djedi diharapkan bisa mengungkap lebih banyak dalam beberapa bulan ke depan. Setelah menyelidiki dinding-dinding ruangan dari kemungkinan ada pintu lain, "Kemudian kami akan menyelidiki ruangan sebelah utara," kata Richardson. (Sumber: Discovery News)


Sumber:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2011/05/ada-hieroglif-di-balik-pintu-misterius-piramida-giza

 

Ada yang Misterius di Piramida Giza, Tandanya Kini Terungkap



Ada yang Misterius di Piramida Giza, Tandanya Kini Terungkap
Rabu, 11 November 2015 | 17:58 WIB
WikipediaPiramida Giza 
Wikipedia

KOMPAS.com — Sesuatu yang misterius dan belum diketahui mungkin tersimpan di Piramida Giza.

Arkeolog mendeteksi adanya anomali suhu yang mungkin bisa merujuk pada adanya sesuatu yang tersembunyi itu.

Adanya anomali suhu itu di Piramida Giza diumumkan oleh Menteri Kepurbakalaan Mesir Mamdouh el-Damaty pada Senin (9/11/2015).

Pengumuman itu dikeluarkan dua minggu setelah tim ilmuwan Universitas Kairo dan organisasi Heritage, Innovation, and Preservation dari Perancis melakukan riset.

Dalam riset ini, peneliti menggunakan teknologi tomografi inframerah, radiografi muon, dan rekonstruksi tiga dimensi. Semua dipakai untuk mengintip segala hal yang ada di dalam piramida berusia lebih dari 4.500 tahun itu.

Tiga piramida yang diobservasi adalah Khufu dan Khafre di kompleks Giza serta Bent dan Red di Dahshur. Peneliti melihat perubahan suhu dalam fase pemanasan (dari pagi hingga tengah hari) dan pendinginan (dari sore hingga pagi).

Dalam fase pendinginan, panas bergerak dari dalam ke luar. Sementara itu, dalam fase pemanasan, yang terjadi adalah sebaliknya. Kalau piramida terbuat dari material yang sama dan punya struktur homogen, maka anomali suhu akan sangat minim.

Seharusnya, perbedaan suhu 0,5-1 derajat. Namun, di Piramida Khufu, ilmuwan mendeteksi anomali suhu hingga 6 derajat.

"Anomali ini jelas dan menarik, dan itu ada di depan kita, di bagian dasar," kata Mehdi Tayoubi, pendiri Heritage, Innovation, and Preservation.

"Kami punya beberapa hipotesis, tetapi belum ada kesimpulan," imbuhnya seperti dikutip Discovery pada Selasa (10/11/2015).

El-Damaty mengungkapkan, pihaknya yakin, anomali pasti itu mengarah pada penemuan besar. "Bisa berupa ruang, celah, atau lorong," katanya.

Peneliti mengatakan akan meneliti lebih lanjut. "Kami perlu membuat model dan simulasi suhu untuk menguji banyak hipotesis untuk memahami hal yang kami temukan," kata Tayoubi.





Sumber:
http://sains.kompas.com/read/2015/11/11/17585701/Ada.yang.Misterius.di.Piramida.Giza.Tandanya.Kini.Terungkap





Tuesday, May 12, 2015

Ditemukan Piramida Baru di Mesir


Ditemukan Piramida Baru di Mesir

author : Chatarina Komala
Monday, 05 January 2015 - 05:00 pm

kompas.com

Mamdouh al-Damaty, Menteri Barang Kuno Mesir mengatakan, telah ditemukan piramida baru di Mesir.
Intisari-Online.com - Mamdouh al-Damaty, Menteri Barang Kuno Mesir mengatakan, telahditemukan piramida baru di Mesir. Piramida--juga berarti bangunan makam--yang sebelumnya tidak dikenal itu ditemukan oleh para ahli dari Ceko di Abu Sir. Diketahui, Abu Sir awalnya adalah area pekuburan di ibukota kuno Mesir, Memphis, yang terletak di sebelah barat daya ibukota saat ini, yakni Kairo.

Ahli arkeologi menemukan, makam tersebut berasal dari masa Dinasti Kelima Firaun. Adapun sosok wanita dalam makam diidentifikasi sebagai Khentakawess. Berdasarkan tanda-tanda di makam, ia diyakini sebagai istri atau ibu dari Firaun Neferefre, yang berkuasa sekitar 4.500 tahun lalu. "Untuk pertama kalinya kita mengetahui nama ratu yang tidak diketahui sebelum penemuan makam ini," kata Damaty.

Tak hanya makam, di tempat tersebut ditemukan beberapa piramida yang didedikasikan untuk para Firaun, termasuk Firaun Neferefre. Di sisi lain, upaya penggalian arkeologi itu juga menemukan sekitar 30 perabotan yang terbuat dari batu kapur dan tembaga. "Diharapkan temuan ini bisa membantu untuk mengetahui aspek-aspek yang tidak diketahui dari Dinasti Kelima Firaun, yang bersama Dinasti Keempat, menyaksikan pembangunan piramida pertama," kata Miroslav Barta, pimpinan tim arkeologi Ceko. (BBC) 


Sumber:
http://intisari-online.com/read/ditemukan-piramida-baru-di-mesir-


Thursday, April 16, 2015

Piramida Berusia 4.600 Tahun Ditemukan di Mesir

Piramida Berusia 4.600 Tahun Ditemukan di Mesir

Lebih tua dari Piramida Giza yang dikenal manusia selama ini.
Selasa, 4 Februari 2014 | 11:33 WIB
Oleh : Muhammad Chandrataruna
Piramida Berusia 4.600 Tahun Ditemukan di Mesir
Piramida baru di Mesir berusia 4.600 tahun  (ibtimes.co.uk)

VIVAnews - Mesir memang negara sejuta sejarah. Baru-baru ini, sejumlah ilmuwan kembali menemukan piramida di negara beribu kota Kairo itu. Bahkan, usia piramida yang baru ditemukan ini jauh lebih tua dari 'Great Pyramid of Giza'—piramida yang selama ini dikenal sebagai salah satu keajaiban dunia.

Piramida itu ditemukan oleh sekelompok arkeolog yang bekerja di dekat pemukiman kuno Edfu, Mesir Selatan. Setelah diteliti, bongkahan situs bersejarah itu diperkirakan berusia 4.600 tahun, lebih tua dibandingkan Piramida Agung Giza, setidaknya selisih beberapa dekade.

Piramida itu memiliki ketinggian 43 kaki (13 meter) yang diperkirakan salah satu dari tujuh "provinsi" yang dibangun di antara zaman Firaun Huni (2635-2610 SM) atau Snefru (2610-2590 SM), dilansir NBCnews, Selasa 4 Februari 2014.

Sayang piramid itu tidak lagi utuh. Seiring waktu, blok demi blok milik piramid itu digondol. Monumennya pun sudah lapuk, sehingga piramid itu hari ini hanya tersisa 16 kaki (lima meter).

Tersebar di seluruh Mesir tengah dan selatan, "piramida provinsi" biasanya terletak di dekat pemukiman utama, tidak memiliki ruang internal dan tidak dipakai untuk menyimpan jasad atau pemakaman, seperti halnya Piramida Agung Giza.

Enam dari tujuh piramida memiliki dimensi yang relatif sama, termasuk yang ditemukan di Edfu, yakni sekitar 60x61 kaki (18,4 x 18,6 meter).

Apa esensi dari ketujuh piramida masih menjadi sebuah misteri. Banyak ilmuwan beranggapan, ini dipakai sebagai monumen simbolis yang menegaskan kekuasaan raja di provinsi-provinsi Mesir selatan.

"Kesamaan satu piramida dan piramida lainnya benar-benar menakjubkan. Kami yakin ini direncanakan dengan tertata," ujar Gregory Marouard, research associate di University of Chicago Oriental Institute, yang juga memimpin penelitian piramida Edfu.

"Di sisi timur piramida baru ini, kami juga menemukan jejak-jejak instalasi tempat, di mana makanan persembahan (sesajen) dibuat. Ini bisa men jadi petunjuk awal untuk memahami apa tujuan mereka membangun piramida ini," jelas Gregory. (asp)



Hasil awal dari penggalian tersebut telah disampaikan Gregory dan tim arkeolognya pada sebuah simposium yang diselenggarakan di Toronto baru-baru ini oleh Society for the Study of Egyptian Antiquities.


Sumber:
http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/478496-piramida-berusia-4-600-tahun-ditemukan-di-mesir

Thursday, November 27, 2014

Piramida yang Hilang Ditemukan

Piramida yang Hilang Ditemukan

on May 26, 2011 at 00:06 WIB
Liputan6.com, Kairo: Sebanyak 17 piramida Mesir yang hilang ditelan bumi kini bisa ditemukan dengan menggunakan satelit terbaru. Dengan satelit baru itu juga bisa mengungkap lebih dari 1.000 makam dan 3.000 permukiman purba dengan menggunakan sinar infra merah yang bisa meneropong menembus bangunan bawah tanah.

Selanjutnya kini tengah dilakukan penggalian terhadap sejumlah temuan tersebut termasuk di antaranya adalah dua bangunan yang diduga sebagai piramida. "Menggali sebuah piramida adalah mimpi bagi semua arkeolog," kata Dr. Sarah Parcak seperti dikutip BBC Indonesia, Rabu (25/5).

Dia merupakan pelopor arkeologi dengan menggunakan teknologi luar angkasa dari sebuah laboratorium NASA di Birmingham, Alabama, dan mengatakan sangat terkejut atas penemuannya ini. Sebuah gambar infra merah melalui satelit menunjukan sebuah piramida yang terpendam, terletak di pusat kotak bersinar.

Sistem ini bekerja melalui sebuah satelit yang mengorbit 700 kilometer di atas bumi, dilengkapi dengan kamera yang sangat kuat sehingga bisa memotret obyek dengan diameter kurang dari 1 meter di permukaan tanah. Pemotretan infra merah digunakan untuk membedakan materi di bawah permukaaan tanah.(ADO)


Sumber:
http://news.liputan6.com/read/336190/piramida-yang-hilang-ditemukan

Wednesday, October 22, 2014

Hasil Otopsi Firaun Tutankhamun Ungkap Kematiannya

Penulis: Bayu Probo 19:49 WIB | Selasa, 21 Oktober 2014

Hasil Otopsi Firaun Tutankhamun Ungkap Kematiannya

Hasil Otopsi Firaun Tutankhamun Ungkap Kematiannya
Di bagian luar makam, dekorasi menggambarkan Tutankhamun sebagai dewa bawah dunia, dewa Osiris, sementara lukisan dinding (foto) menunjukkan raja sedang dipeluk oleh dewa dunia bawah. Hal ini diyakini bahwa jika Tutankhamun digambarkan sebagai dewa ini membatalkan sebuah revolusi agama yang dilakukan ayahnya yang terjadi di 1320 sM.
Hasil Otopsi Firaun Tutankhamun Ungkap Kematiannya
Howard Carter saat menemukan makam Tutankhamun.
Hasil Otopsi Firaun Tutankhamun Ungkap Kematiannya
Topeng emas Firaun Tutankhamun (kiri) dan rekonstruksi wajah sang raja dari scan muminya. (Foto-foto: BBC)
Hasil Otopsi Firaun Tutankhamun Ungkap Kematiannya
Firaun Tutankhamun mengidap kelainan kaki akibat incest orangtuanya.
Hasil Otopsi Firaun Tutankhamun Ungkap Kematiannya
Peti mati emas Tutankhamun.
LONDON, SATUHARAPAN.COM – Penyebab kematian Firaun Tutankhamun terungkap. Dari hasil “otopsi virtual” anak Firaun era Nabi Musa ini ternyata ia mati muda karena mengidap penyakit turunan akibat incest orangtuanya, Daily Mail memberitakan pada Senin (20/10).

Dari analisis tersebut disimpulkan Tutankhamun memiliki pinggul seperti perempuan, kaki bengkok, dan gigi tonggos. Juga, terungkap orangtuanya adalah kakak dan adik kandung.
Dengan peti mati berbahan kayu mahal dan bersepuh emas dan muminya ditutup topeng, penguburan Tutankhamun menjadi lambang keindahan, kemegahan, dan kekuasaan seorang raja.

Tetapi di balik topeng itu, jenazahnya, raja Mesir yang juga populer disebut Tutankhamen ini punya gigi tonggos, kaki bengkok, dan pinggul seperti perempuan. Ini berdasarkan hasil pemeriksaan yang paling terperinci terhadap mumi Firaun Mesir kuno.

Dan, tidak seperti penggambaran populer selama ini bahwa raja laki-laki yang masih remaja ini sebagai penggemar balap kereta, Tutankhamun bergantung pada tongkat untuk berkeliling selama pemerintahannya di abad ke-14 SM, kata para peneliti.

“Otopsi virtual” terdiri dari lebih dari 2.000 scan komputer atas muminya yang dikombinasikan dengan analisis genetik dari kerabat Tutankhamun. Dari itu dapat disimpulkan bahwa orangtuanya adalah kakak dan adik. Perkawinan incest ini lazim dilakukan demi mencegah mahkota berpindah keluar dari garis keluarga mereka. Itu juga yang ditiru oleh keluarga Herodes yang memerintah di Israel pada zaman Yesus. Anak-anak Herodes Agung juga saling menikahi.

Para ilmuwan percaya bahwa perkawinan incest inilah yang mengakibatkan dia memiliki gangguan fisik. Cacat yang dipicu oleh ketidakseimbangan hormon. Dan, berdasarkan sejarah keluarganya penyakit turunan juga menyebabkan kematian dininya di akhir masa remaja.

Berbagai mitos menyarankan dia dibunuh atau terlibat dalam kecelakaan kereta setelah ditemukan tengkoraknya retak dan bagian lain dari kerangkanya patah. Sekarang para ilmuwan percaya ia mungkin telah meninggal karena penyakit warisan karena hanya satu tulang patah yang terjadi sebelum ia meninggal. Sementara, karena kakinya cacat, ia tidak mungkin mengendarai kereta balap.

Pada  1907, Lord Carnarvon George Herbert meminta arkeolog dan Egyptologist Inggris Howard Carter untuk mengawasi penggalian di Lembah Para Raja.
Pada  4 November 1922, kelompok Carter menemukan tangga menuju ke makam Tutankhamun dan menghabiskan beberapa bulan untuk melakukan katalogisasi ruang depan.

Mereka membuka ruang pemakaman dan menemukan sarkofagus pada Februari tahun berikutnya. Pembukaan kompleks pemakaman disiarkan dalam acara film dokumenter BBC One Tutankhamun: The Truth Uncovered.

DNA Kerajaan
Albert Zink, dari Institute for Mummies and Iceman di Italia, mengungkap kebenaran tentang orangtua Tutankhamun dengan mempelajari DNA keluarga kerajaan Mesir.

Ia menemukan bahwa Tut lahir dari ayahnya Firaun Akhenaten—dijuluki raja sesat—memiliki hubungan dengan adiknya. Incest tidak dipermasalahkan di antara orang Mesir kuno dan mereka tidak tahu apa pun tentang implikasi kesehatan bagi keturunan mereka.

Dalam bukunya yang diterbitkan pada 1939 Moses and Monotheism Sigmund Freud mempresentasikan gagasan bahwa Putra Mahkota Thutmose saudara h muda Akhenaten dikaitkan dengan karakter Alkitab, Musa. Idenya adalah baru-baru ini (1998) dipertimbangkan kembali oleh Egyptologist Jan Assmann dalam bukunya Moses the Egyptian.

Penyakit Keturunan
Hutan Ashrafian, dosen di bidang pembedahan tubuh di Imperial College London, mengatakan bahwa beberapa anggota keluarga tampaknya telah menderita penyakit yang dapat dijelaskan oleh ketidakseimbangan hormon. Dia berkata, “Banyak pendahulunya keluarganya mati di usia lanjut. Hanya keturunan langsungnya yang mati muda. Dan, mereka usia harapan hidup mereka makin rendah pada generasi selanjutnya.”

Radiologis Mesir Ashraf Selim mengungkapkan bahwa otopsi virtual menunjukkan jari-jari kaki mengalami kelainan. Dia akan menjadi sangat pincang. “Hanya ada satu lokasi yang kita dapat katakan terjadi patah tulang sebelum dia meninggal dan itu adalah lutut.” Bukti keterbatasan fisik Raja Tut juga didukung oleh 130 tongkat bantu jalan yang ditemukan di makamnya.

Pembawa acara BBC Dallas Campbell, mengatakan, “Mencoba  menavigasi spekulasi dan politik yang mengelilingi salah satu karakter paling terkenal dalam sejarah menakutkan dan menegangkan.”

“Bodoh mungkin! Tetapi menggunakan ilmu pengetahuan yang solid dan pendekatan yang benar-benar multi-disiplin kami akhirnya mampu membuang beberapa mitos dan ide-ide populer yang telah mengelilingi kehidupan dan kematiannya, dan mudah-mudahan menambah bab baru yang akan memastikan kisah Tutankhamun terus memesona.”

Ritual Aneh Pembalseman
Awal tahun ini, Egyptologist dari Universitas Amerika di Kairo menjelaskan beberapa ritual pemakaman aneh yang ditemukan di makam, termasuk fakta penis raja dibalsem pada sudut 90 derajat, seperti sedang ereksi—satu-satunya mumi telah pernah ditemukan dengan fitur ini.

Mereka mengklaim bahwa ini mungkin telah dilakukan dengan tujuan untuk membuat raja muncul seperti Osiris, dewa dunia bawah, dalam upaya untuk menakut-nakuti revolusioner agama.

Pada saat kematiannya pada tahun 1323 SM, ayah dari raja Mesir remaja ini dikatakan memimpin revolusi agama di negeri ini.

Hal ini diyakini Akhenaten ingin menghancurkan kepercayaan pada dewa-dewa Mesir dan bukan menyembah dewa matahari yang disebut Aten.

Tutankhamun berusaha untuk mengatasi revolusi ini ketika ia diyakini telah patah kakinya dan meninggal akibat infeksi pada luka. Analisis DNA pada tahun 2010 juga menemukan jejak malaria dalam sistem tubuhnya.

Selama mumifikasi keputusan dibuat untuk tidak hanya membalsem penis yang ereksi, tetapi juga untuk menutupi tubuh raja dalam cairan hitam—mirip warna pada kulit Osiris—dan membuang jantungnya.

Ritual ini, menurut Profesor Salima Ikram dari universitas, dilakukan dalam rangka untuk membuat orang berpikir Tutankhamun adalah dewa dunia bawah.


Sumber:
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/hasil-otopsi-firaun-tutankhamun-ungkap-kematiannya

'Kutukan' dan Wajah di Balik Topeng Emas Firaun Tutankhamun

'Kutukan' dan Wajah di Balik Topeng Emas Firaun Tutankhamun

21 Okt 2014 07:00

Firaun Tutankhamun
Liputan6.com, Kairo - Firaun Tutankhamun mati muda, dalam usia sekitar 19 tahun. Jasadnya kemudian dimumikan, ditempatkan dalam peti berlapis emas lengkap dengan topeng yang menggambarkan wajahnya yang terlihat kokoh dalam segala kemegahan.

Namun, penelitian DNA menguak, sosok di balik itu nyatanya diduga  bergigi kelinci, memiliki posisi kaki yang bengkok ke bawah dan memutar ke dalam (clubfoot), dengan pinggul besar mirip perempuan.

Dan alih-alih gambaran raja muda yang suka balap kereta, Firaun Tut -- begitu julukannya -- mengandalkan tongkat untuk berkeliling selama masa pemerintahannya pada Abad ke-14 Sebelum Masehi.

Hal tersebut berdasarkan hasil 'otopsi virtual', yang terdiri atas lebih dari 2.000 pemindaian komputer, yang dilakukan secara tandem dengan analisis genetik keluarga Tutankhamun -- yang mendukung bukti bahwa orangtuanya adalah kakak beradik.

Para ilmuwan yakin, pernikahan sedarah itu mengakibatkan Tut mengalami gangguan fisik yang dipicu ketidakseimbangan hormon. Sejarah keluarganya itu juga bisa saja membuatnya mati muda.

Sejumlah mitos menyebut, sang firaun meninggal karena dibunuh atau jadi korban kecelakaan kereta -- karena ditemukan retak pada kepalanya dan bagian lain dari kerangka tubuhnya.


Namun kini, para ilmuwan yakin, ia mungkin tewas akibat penyakit turunan sebab hanya satu patah tulang yang terjadi sebelum ia meninggal. Kondisi retak-retak lain di sekujur jasadnya diduga sebagai akibat penanganan setelah kematian. Saat jenazah diubah jadi mumi. Sementara kakinya yang bengkok tak memungkinkan ia ikut balap kereta.

Albert Zink dari Institute for Mummies and the Iceman di Italia mencoba mengungkap kebenaran asal usul Tutankhamun dari DNA.

Ia menemukan, Tut lahir setelah ayahnya  Akhenaten -- yang dijuluki 'firaun sesat' -- berhubungan dengan adik kandungnya sendiri. Kala itu, incest bukan hal yang tabu di zaman Mesir Kuno, masyarakat kala itu tak tahu implikasi kesehatan pada keturunan yang diakibatkan perkawinan sedarah itu.

Hutan Ashrafian, dosen pembedahan di  Imperial College London menjelaskan, sejumlah anggota keluarga dekat Tut menderita kelainan yang bisa dijelaskan sebagai akibat ketidakseimbangan hormonal. "Banyak pendahulunya yang meninggal dalam usia renta. Namun, belakangan banyak yang mati muda," kata dia seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (20/10/2014).

Ahli radiologi Mesir,  Ashraf Selim menambahkan,  otopsi visual menunjukkan jari-jari kaki Tut mengalami kelainan. "Atau dengan kata lain ia berjalan pincang," kata dia. "Dan hanya pada satu titik di mana retak tulang terjadi sebelum kematiannya. Di lutut."

Bukti keterbatasan fisik Raja Tut didukung bukti 130 tongkat jalan yang ditemukan di makamnya.
Selanjurnya: Kutukan dan Kelamin yang Berdiri...




Sumber:
http://news.liputan6.com/read/2121993/kutukan-dan-wajah-di-balik-topeng-emas-firaun-tutankhamun 

DNA Firaun Ternyata Mengendap di Tubuh Orang Eropa

DNA Firaun Ternyata Mengendap di Tubuh Orang Eropa


Orang Eropa ternyata mewarisi DNA Firaun. Penelitian yang dilakukan oleh ahli genetika asal Swiss menunjukkan 70 persen orang Inggris dan 50 persen orang Eropa barat mendapat warisan gen dari Firaun Tutankhamun.

Temuan tersebut didapatkan setelah pusat genealogi DNA asal Zurich, iGENEA, merekonstruksi profil DNA Firaun Tutankhamun yang mendapat warisan kekuasaan dari ayahnya, Akhenaten, dan kakeknya, Amenhotep III. Perhatian peneliti lalu tertuju pada kelompok profil gen bernama haplogroup R1b1a2 yang juga dimiliki 50 persen manusia Eropa barat. Dengan demikian, manusia Eropa berbagi nenek moyang yang sama dengan Firaun.

"Temuan yang menarik karena DNA Tutankhamun mengendap di diri sekelompok orang Eropa," ujar Direktur iGENEA Roman Scholz.

Untuk beberapa negara di Eropa barat, porsi warisan DNA Firaun ini cukup besar. Orang Spanyol memiliki 70 persen DNA Firaun, sementara orang Prancis memiliki 60 persen.

"Firaun dan orang Eropa berasal dari nenek moyang yang menghuni Kaukasus sekitar 9.500 tahun lalu," ujar Scholz.

Haplogroup R1b1a2 sendiri menyebar dari Kaukasus ke arah barat pada tahun 7.000 sebelum Masehi. Penyebaran juga membawa teknologi pertanian ke Eropa.

Tutankhamun adalah Firaun yang mati muda. Ia hidup antara 1334-1323 sebelum Masehi. Makam Tutankhamun sendiri baru ditemukan pada Maret 1922 oleh arkeolog Inggris Howard Carter bersama topeng emas murni seberat hampir 11 kilogram berlapis berbagai batuan mulia.



Sumber:
http://jurirakyat.blogspot.com/2013/10/dna-firaun-ternyata-mengendap-di-tubuh.html

Tuesday, September 16, 2014

`Teori Konspirasi` Piramida Giza: Dibangun Alien-Orang Atlantis?


`Teori Konspirasi` Piramida Giza: Dibangun Alien-Orang Atlantis?

20 Feb 2014 



konspirasi-piramida-140219c.jpg

Piramida Besar Giza adalah piramida tertua dan terbesar dari tiga piramida yang ada di Nekropolis Giza. Dibangun selama 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 SM. Merupakan satu-satunya bangunan Tujuh Keajaiban Dunia.

Dunia Kuno yang masih tersisa hingga saat ini. Namun, kontroversi masih melingkupi pembangunannya. Piramida Giza terus menerus menjadi fokus teori konspirasi -- di mana sejumlah orang berpendapat bahwa tak mungkin manusia yang membangun struktur raksasa dengan presisi sesempurna itu di masa teknologi belum berkembang. 


Ada lagi yang menghubung-hubungkannya pengaturan kompleks Piramida Giza dengan rasi gugus bintang Orion -- yang identik dengan Osiris. Pun dengan spekulasi keberadaan ruangan di bawah Sphinx (Hall off Records) -- yang diyakini sebuah perpustakaan mistis yang menyimpan gulungan papirus berisi rahasia Mesir dan sejarah Atlantis yang Hilang. 

Dengan dalih untuk membuktikan teori alternatif tersebut, dua pria Jerman, Dominique Goerlitz dan Stefan Erdmann, mengunjungi Piramida Mesir pada April 2013 lalu. Di tengah kondisi pariwisata Mesir yang menurun drastis akibat kerusuhan sosial dan politik. Para operator tur, bahkan lembaga pemerintah, kerap nekat melanggar aturan demi orang asing yang bersedia membayar mahal.

Bersama seorang pembuat film asal Jerman, mereka masuk ke bagian dalam Piramida Agung Giza yang tak boleh diakses publik -- hanya sedikit arkeolog dan ahli Mesir yang dibolehkan. 

Di sana, mereka dilaporkan mengambil sejumlah item dari piramida, termasuk sampel cartouche -- mirip plakat nama dari batu berbentuk oval yang mengidentifikasikan Firaun Khufu atau Cheops. 

Kini mereka diperkarakan atas tuduhan vandalisme. Goerlitz dan Erdmann, yang bukan arkeolog, juga diduga menyelundupkan artefak keluar Mesir. Melanggar UU barang antik yang ketat pemberlakuannya. 

Selain 3 warga Jerman, 6 warga Mesir juga ditahan dalam kasus tersebut -- termasuk penjaga dan inspektur Kementerian Barang Antik Mesir yang mengizinkan mereka masuk ke dalam piramida. 

Pemerintah Jerman mengutuk apa yang dilakukan 3 warganya. Menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan tak ada kaitannya dengan Institut Arkeologi Jerman. 

Teori Konspirasi


Dominique Goerlitz dan Stefan Erdmann mengakui tindakan mereka. Bahkan, merekam tindakan yang dikategorikan merusak situs arkeologi dalam foto dan video. 

Namun, keduanya berdalih, tujuan mereka mulia: untuk membuktikan "alternatif sejarah", teori konspirasi mereka, bahwa piramida itu tidak dibangun oleh orang Mesir kuno .

Goerlitz dan Erdmann yakin, cartouche yang mengidentifikasi Khufu sebagai pencipta Piramida Agung di Giza adalah palsu. Mereka berniat melakukan analisis sampel cartouche, membuktikan bahwa prasasti nama itu tak setua piramida itu sendiri. Intinya, mereka menduga, Firaun Khufu mengklaim piramida yang telah dibangun ribuan tahun sebelumnya -- oleh orang-orang dari kota legendaris Atlantis -- sebagai idenya. 

Mereka juga menuding, para arkeolog sengaja menutupi atau mengabaikan bukti yang mengarahkan bahwa piramida itu berasal dari era pra-Mesir, sebelum Mesir. 

Teori-teori konspirasi Goerlitz dan Erdmann tidak muncul dalam ruang hampa. Pendapat itu sebelumnya dipopulerkan sejumlah orang, termasuk oleh penulis buku laris Erich von Daniken dalam karyanya "Chariots of the Gods?" yang kali pertama dipublikasikan pada 1968. 

Sejumlah penulis juga mengklaim, pembangun Piramida Agung Giza bukan Bangsa Mesir  Kuno melainkan makhluk ekstrateresterial atau penduduk Atlantis. 

"Penghinaan..."


Jadi siapa yang membangun piramida Mesir?  Teori liar Goerlitz dan Erdmann tentang orang Atlantis, bisa dipatahkan dengan fakta bahwa eksistensi kota yang konon berperadaban maju itu belum terbukti nyata. Tak ada bukti sahih. 

Atlantis kali pertama dideskripsikan dalam dua dialog Plato -- "Timaeus" dan "Critias" yang ditulis sekitar tahun 330 Sebelum Masehi. Atlantis yang didiskusikan oleh Plato tidak merujuk pada sebuah kekaisaran kuno.

Selain itu, ada bukti nyata bahwa Bangsa Mesir kuno lah yang membangun Piramida Giza. 

Ken Feder, dosen arkeologi dan antropologi Central Connecticut State University, sekaligus penulis "Frauds, Myths, and Mysteries: Science and Pseudoscience in Archaeology" punya bukti soal itu. 

"Bangsa Mesir kuno lah yang membangun piramida," kata Feder kepada LiveScience. "Kontras dengan pendapat mereka yang percaya fantasi -- bahwa keterampilan teknologi yang diperlukan untuk membangun piramida tidak dikuasai orang-orang Mesir kuno. Kenyataannya, Piramida Agung Giza adalah puncak dari proses evolusi yang panjang multigenerasi. 

Para arkeolog menemukan sejumlah bukti kegagalan membangun piramida. "Usaha awal membangun sebuah bangunan piramid geometris menghasilkan piramida gagal yang kolaps," kata Feder. "Upaya lain menghasilkan retakan yang muncul di bagian bawah piramida, karena lereng terlalu curam, atau salah satu sudut piramida diposisikan dasar berpasir yang rapuh," kata dia. 

Bukti lain soal Piramida Giza, jelas dia, para pekerja kadang-kadang menorehkan tanggal di balok batu pembentuk piramida. "Juga ada satu bagian dari graffiti dalam ruang di Piramida Besar yang mengandung kalimat., "Kami melakukannya dengan kebanggaan demi Firaun Agung Khnum-Khuf (nama lain Firaun Khufu)," tambah dia. 

Feder mengatakan, sejatinya tak ada kontroversi terkait siapa yang membangun piramida. Siapa pun yang tertangkap karena mencoba untuk menulis ulang sejarah, melalui pencurian atau akal-akalan, tidak sedang melakukan penelitian arkeologi.

"Mereka melanggar hukum dan menghina kerja keras dari ribuan pekerja dan  buruh yang menghasilkan salah satu keajaiban dunia kuno," kata Feder. (Ein/Riz)



Sumber:
http://news.liputan6.com/read/831897/teori-konspirasi-piramida-giza-dibangun-alien-orang-atlantis