Sunday, September 6, 2015

Pria Inggris Mengaku Diculik Alien saat Bersepeda

Pria Inggris Mengaku Diculik Alien saat Bersepeda

By 
Liputan6.com, Northampton, Inggris Seorang pria asal Inggris, Steve Munday, mengaku pernah mengalami peristiwa misterius; diculik makhluk luar angkasa. Menurut pengakuannya, peristiwa itu terjadi pada tahun 1974. Saat itu, ia sedang bersepeda dari rumahnya di Northampton, Inggris, menuju rumah temannya.
"Perjalanan itu seharusnya hanya memakan waktu 15 - 20 menit. Namun, tiba-tiba pikiran saya kosong selama perjalanan," ungkap Steve.
"Yang saya ingat hanya semenit naik sepeda di bawah sinar matahari yang cerah, lalu tiba-tiba saat sadar, saya sudah menuruni jalan sejauh satu mil dengan sepeda yang goyah dan akan menuruni bukit," lanjutnya. 
Steve menambahkan, awalnya cuaca cerah. Namun, tak lama setelah itu dia seperti berada di tempat yang gelap. Anehnya, ia sampai di rumah temannya dua jam kemudian. “Saya kehilangan waktu sekitar 1 jam 45 menit,” katanya.
Steve yakin selama 1 jam 45 menit itu dia telah diculik oleh alien. 
Keanehan yang dialaminya semakin nyata setelah ada benda yang masuk di dalam tubuhnya. Beberapa hari setelah peristiwa aneh itu, Steve merasakan adanya perbedaan di salah satu bagian tubuhnya. "Beberapa hari kemudian saya menemukan benda kecil di dalam kulit saya."
"Tak ada bekas luka atau tempat masuk untuk benda itu, hanya ada tanda merah. Panjangnya sekitar 1 cm dengan lebar 4 mm dan terlihat tak menyatu dengan tubuh saya," bebernya.
Benda itu juga aneh karena ketika dia pergi ke mall, alat sensor di pintu keluar supermarket akan berbunyi karena benda itu.
"Benda ini juga mempengaruhi gadget setiap kali saya mendekat," kata Steve.
Ia mengaku tidak tahu benda apa yang tertanam di tangannya itu. "Jika ini benar-benar berasal dari alien, mereka mungkin menandai saya, sehingga mereka dapat mengawasi ke manapun saya pergi."
"Alat ini mungkin akan mereka gunakan untuk mengontak saya jika diperlukan. Sampai hari ini saya bingung dengan apa yang terjadi pada saya selama 1 jam 45 menit pada sore hari di tahun 1974 itu," pungkasnya. (Dsu/heidy) 

Sumber:
http://global.liputan6.com/read/2267501/pria-inggris-mengaku-diculik-alien-saat-bersepeda


Ruteng dan Sawah Berjejak "Alien" Dilihat dari Langit

Lodok, pembagian lahan pertanian dalam tradisi masyarakat Ruteng

Ruteng dan Sawah Berjejak "Alien" Dilihat dari Langit

By Ahmad Ibo on 10 Jul 2015 at 08:01 WIB
Liputan6.com, Jakarta Ruteng merupakan ibukota Manggarai, salah satu kawasan di Flores, Nusa Tenggara Timur, yang cukup maju. Memiliki hawa yang sejuk dan jalan yang terhubung ke berbagai tempat menarik, seperti Maumere dan Labuan Bajo, membuat Ruteng kerap menjadi tempat persinggahan sebelum menjelajahi lebih banyak tempat di Nusa Tenggara Timur.
Sisi keunikan Ruteng bukan hanya tentang ditemukannya Homo Floresiensis, yang menghebohkan dunia ilmu pengetahuan, kawasan adat ini juga menjadi titik tersebarnya fenomena alam berupa crop circles yang banyak mencuri perhatian banyak orang. Jauh sebelum orang-orang mengenal crop circles, masyarakat Ruteng telah mengenalnya dari generasi ke generasi.
Masyarakat adat Ruteng mengenal sistem pembagian lahan pertanian yang dikenal dengan nama Lodok. Sesuai dengan tradisinya, sitem Lodok diawali dengan penanaman sebatang pohon di titik tengah lingko yang dikenal dengan nama Hamparan. Tetua adat kemudian membagi-bagikan lahan kepada para petani, dengan menarik garis dari titik tengah hingga ke titik batas luarnya, sehingga membentuk pola seperti layaknya crop circles.
Salah satu kawasan adat Ruteng yang masih menggunakan tradisi Lodok dalam pembagian lahan pertanian adalah Desa Adat Ruteng Pu'u. Menurut catatan, leluhur Ruteng Pu'u yang datang ke Flores berasal dari Minangkabau dan Gowa, Sulawesi Selatan. Desa ini menjadi unik lantaran terdapat altar dan makam batu para leluhur yang lokasinya berada tepat di tengah-tengah desa. Selain berkebun kopi, masyarakat adat Ruteng Pu'u juga hidup dari hasil pertanian.
Simak video drone Ruteng di program Liputan6.com di Langit Indonesia, Jumat (10/7/2015):




Sumber:
http://m.liputan6.com/lifestyle/read/2269610/ruteng-dan-sawah-berjejak-alien-dilihat-dari-langit


Sinyal Misterius Terpancar dari Angkasa Luar, Komunikasi 'Alien'?

Sinyal Misterius Terpancar dari Angkasa Luar, Komunikasi 'Alien'?

By 
Liputan6.com, Melbourne - Sudah lama manusia memindai angkasa, mencari sinyal radio yang mungkin berasal dari alien atau makhluk cerdas jauh di luar Bumi.
Dan baru-baru ini para ilmuwan dari Swinburne University, Melbourne, Australia berhasil menangkap sinyal radio asing yang dipancarkan di angkasa secara real time. Kali pertamanya di dunia. 

Sebelumnya, memang tercatat ada 9 pancaran sinyal radio dari angkasa luar sejak tahun 2007. Namun hal tersebut diketahui dari data-data yang ada, tidak terpantau secara langsung.

Peneliti utama, Emily Petroff mengatakan, penemuan yang dihasilkan pihaknya membawa para astronom selangkah lebih dekat untuk memahami fenomena kosmis aneh yang sudah lama bikin bingung para ilmuwan. 

"Semburan sinyal radio tak bertahan lama, hanya sekedip mata. Itu yang membuat temuan tersebut sangat menarik," kata dia seperti Liputan6.com kutip dari News.com.au.

"Karena kami mampu menangkap sinyal itu secara langsung, bukan hasil telaah dari data yang ada, kami bisa mengungkap bahwa radiasi yang diakibatkan peristiwa itu lebih dari 2 persen terpolarisasi sirkuler. Dan itu menunjukkan bahwa ada medan magnetik yang kuat di dekat sumber sinyal tersebut. 

Bentuk sirkular atau melingkar dari gelombang belum pernah dijumpai sebelumnya. Asing. Tak seperti yang ada di Bumi.

Asal usul sinyal tersebut sampai saat ini masih misterius. Namun, para ilmuwan yakin, apapun itu, pastilah sumbernya berukuran besar, dahsyat, dan jaraknya mencapai 5,5 miliar tahun cahaya dari planet manusia. 

"Ada dua model yang dianggap bisa menjelaskan fenomena tersebut," kata dia. 

Model pertama, bisa jadi hal tersebut diakibatkan luruh atau meledaknya sebuah bintang di salah satu galaksi. "Model lainnya menunjukkan, sinyal itu berasal dari beberapa pembakaran energi dari bintang neutron." 

Bintang neutron (neutron star) adalah fase akhir siklus hidup bintang besar.

Namun, kata Petroff, bisa jadi keduanya ternyata salah. "Bisa jadi sinyal itu berasal dari sumber yang sama sekali berbeda." Sinyal alien? Para ilmuwan belum menemukan jawabannya.

Petroff mengatakan, observasi sinyal dilakukan melalui Teleskop Parkes --  piringan parabola berdiameter 64 meter yang digunakan untuk astronomi radio di New South Wales.

"Dalam proyek ini kami mengarahkan teleskop ke lokasi di mana pancaran sinyal sebelumnya -- yang diketahui dari telaah data -- berasal," kata dia. "Sangat menarik menjumpai  kejadian serupa di dekat sumber yang pertama." 

Setelah sinyal tersebut terekam, tim dalam proyek mengarahkan 12 teleskop lain yang ada di seluruh dunia ke titik asal sinyal. "Namun, tak ada satupun yang menjumpai pancaran lainnya." 

Sebelumnya, pada tahun 2010, pesan aneh dikirim Voyager 2, pesawat tak berawak milik Amerika Serikat yang diluncurkan 20 Agustus 1977. Data yang dikirim dari jarak 8,6 miliar mil itu tak terbaca. 

Spekulasi pun merebak. Muncul dugaan pesawat itu dibajak alien alias mahluk luar angkasa -- yang mengirimkan jawaban pesan NASA. Seperti diketahui, menurut astrofisikawan, Stephen Hawking, NASA pernah mengirim sinyal ke luar angkasa berupa sebuah tembang dari grup pop legendaris The Beatles. Tembang itu berjudul, "Across the Universe" (Melintasi Alam Semesta). 

Sementara itu, pada 2013, kembarannya Voyager 1 meninggalkan heliosfer -- gelembung di angkasa luar yang "ditiup" pada medium antarbintang oleh angin surya. Menjadi objek buatan manusia yang terjauh meninggalkan Bumi. (Ein/Tnt)


Sumber:
http://news.liputan6.com/read/2163641/sinyal-misterius-terpancar-dari-angkasa-luar-komunikasi-alien


6-7-2003: Pesan dari Bumi untuk Alien

6-7-2003: Pesan dari Bumi untuk Alien

By 
Liputan6.com, Jakarta - Keberadaan makhluk luar angkasa hingga kini masih simpang siur. Para ilmuwan di Bumi terus mencoba mencari tahu eksistensi alien di luar Bumi, termasuk mencoba mengirimkan pesan khusus untuk makhluk ekstrateresterial tersebut.

Upaya tersebut telah dilakukan sejak Abad 20. Sekelompok ilmuwan dari berbagai negara yang bermarkas di Badan Antariksa Ukraina, Evpatoria Planetary Radar (EPR), Yevpatoria, Crimea mengirimkan pesan "Cosmic Call 1" ke makhluk asing di luar Bumi pada 2009 silam. Upaya kedua kembali dilakukan tepat 12 tahun lalu, yakni pada 6 Juli 2003 silam.

Tim ilmuwan internasional yang dipimpin Alexander Zaitsev dari the Russian Academy of Sciences dan Richard Braastad dari Team Encounter LLC Amerika Serikat mengirimkan pesan yang diberi nama "Cosmic Call 2" itu ke lima bintang yang mirip Matahari. Kelima bintang itu, yakni Hip 4872, HD 245409, 55 Cancri (HD 75732), HD 10307 and 47 Ursae Majoris (HD 95128).

Seperti Liputan6.com kutip dari Cplire.ru, Senin (6/7/2015), pesan utama yang ingin disampaikan adalah untuk mengabarkan adanya eksistensi manusia di Bumi, termasuk menginfomasikan kode-kode komunikasi di Bumi.

Namun pesan itu tak serta merta langsung sampai tujuan. Lantaran jaraknya yang ratusan ribu hingga miliar kilometer, pesan tersebut diperkirakan mencapai pada bintang Hip 4872 pada April 2036, bintang HD 245409 pada Agustus 2040, bintang HD 75732 pada Mei 2044, bintang HD 10307 pada September 2044, dan bintang HD 95128 pada Mei 2049.

Pesan "Cosmic Call 1" berisikan pesan teks yang dihimpun oleh anggota Team Encounter, tim yang dibentuk untuk misi menyampaikan pesan yang kegiatannya didanai oleh para donatur. Sedangkan pesan "Cosmic Call 2" tak hanya berisi pesan teks, tapi juga pesan audio atau suara, dan visual berupa foto dan gambar. Pesan kedua juga memuat file video.

Pesan berupa gelombang elektromagnetik itu dikirimkan dari stasiun EPR menuju luar angkasa dengan frekuensi utama 5.01 GHz. Informasi digital yang terdiri dari tiga bagian -- The Interstellar Rosetta Stone, The 1974 Arecibo Message, dan The Bilingual Image Glossary -- dikirim sebanyak tiga kali, untuk menghindari pesan menghilang di tengah perjalanan.

The Interstellar Rosetta Stone (ISR) merupakan pesan yang dibuat ilmuwan asal Kanada, Yvan Dutil dan Stephane Dumas, yang sebelumnya juga menuliskan pesan "Cosmic Call 1". Pesan ISR dengan kapasitas 263906 bits itu berisikan 2.078 baris simbol-simbol komunikasi Bumi untuk luar angkasa. Ada 127 simbol pada setiap baris.

Sementara itu, The Arecibo Message berisikan salinan pesan suara interstellar/pesan radio yang sebelumnya pernah dikirimkan dari Arecibo, Puerto Rico, 16 November 1974. Pesan The Bilingual Image Glossary (BIG) berisi 12 file foto yang berisi 101 gambar, termasuk lukisan karya anak sekolah di Ukraina. Tiap objek digambarkan dalam 2 kode, yakni gambar benda yang terlihat di Bumi dan gambar bentuk terjemahannya untuk makhluk luar angkasa.

Total ukuran file dari lima pesan ilmiah dari Bumi ke lima bintang itu adalah 500472 bits. Tim ilmuwan yang berasal dari Amerika Serikat, Rusia, dan Kanada tersebut membutuhkan waktu hingga sekitar 11 jam untuk mentransmisikan semua pesan yang kemudian dikirimkan ke luar angkasa.

Upaya pengiriman pesan ke luar angkasa juga dilakukan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) baru-baru ini. Awal 2014 lalu, NASA melancarkan proyek pengiriman pesan yang ditujukan untuk segala bentuk kehidupan alien nun jauh di sana.

Ketika misi New Horizons dari Nasa merampungkan studi Pluto pada musim panas 2015, data dari Bumi akan mengalir ke pesawat antariksa tersebut, untuk menciptakan rekaman digital mirip Golden Record -- pesan yang dibawa pesawat Voyager 1 dan Voyager 2 pada tahun 1970 -- dibawa menembus tepian tata surya.

Sejarah lain, pada 6 Juli 1964, Negara Malawi menyatakan kemerdekaan dari Inggris. Pada tanggal yang sama tahun 1947, senapan serbu AK-47 mulai diproduksi. (Ali/Dan)


Sumber:
http://news.liputan6.com/read/2266342/6-7-2003-pesan-dari-bumi-untuk-alien