Saturday, September 27, 2014

Perang Nuklir Masa Lalu

Perang Nuklir Masa Lalu



Epos Mahabarata
Kisah ini menceritakan konflik hebat keturunan Pandu dan Dristarasta dalam memperebutkan takhta kerajaan. Menurut sumber yang saya dapatkan, epos ini ditulis pada tahun 1500 SM. Namun fakta sejarah yang dicatat dalam buku tersebut masanya juga lebih awal 2.000 tahun dibanding penyelesaian bukunya. Artinya peristiwa yang dicatat dalam buku ini diperkirakan terjadi pada masa ±5000 tahun yang silam.

Buku ini telah mencatat kehidupan dua saudara sepupu yakni Kurawa dan Pandawa yang hidup di tepian sungai Gangga meskipun akhirnya berperang di Kurukshetra. Namun yang membuat orang tidak habis berpikir adalah kenapa perang pada masa itu begitu dahsyat? Padahal jika dengan menggunakan teknologi perang tradisional, tidak mungkin bisa memiliki kekuatan yang sebegitu besarnya.

Spekulasi baru dengan berani menyebutkan perang yang dilukiskan tersebut, kemungkinan adalah semacam perang nuklir! Perang pertama kali dalam buku catatan dilukiskan seperti berikut ini: bahwa Arjuna yang gagah berani, duduk dalam Vimana (sarana terbang yang mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal/roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh. seperti hujan lebat yang kencang, mengepungi musuh, dan kekuatannya sangat dahsyat.

Dalam sekejap, sebuah bayangan yang tebal dengan cepat terbentuk di atas wilayah Pandawa, angkasa menjadi gelap gulita, semua kompas yang ada dalam kegelapan menjadi tidak berfungsi, kemudian badai angin yang dahsyat mulai bertiup wuuus..wuuus.. disertai dengan debu pasir. Burung-burung bercicit panik seolah-olah langit runtuh, bumi merekah. Matahari seolah-olah bergoyang di angkasa, panas membara yang mengerikan yang dilepaskan senjata ini, membuat bumi bergoncang, gunung bergoyang, di kawasan darat yang luas, binatang-binatang mati terbakar dan berubah bentuk, air sungai kering kerontang, ikan udang dan lainnya semuanya mati. Saat roket meledak, suaranya bagaikan halilintar, membuat prajurit musuh terbakar bagaikan batang pohon yang terbakar hangus.

Jika akibat yang ditimbulkan oleh senjata Arjuna bagaikan sebuah badai api, maka akibat serangan yang diciptakan oleh bangsa Alengka juga merupakan sebuah ledakan nuklir dan racun debu radioaktif.

Gambaran yang dilukiskan pada perang dunia ke-2 antara Rama dan Rahwana lebih membuat orang berdiri bulu romanya dan merasa ngeri: pasukan Alengka menumpangi kendaraan yang cepat, meluncurkan sebuah rudal yang ditujukan ke ketiga kota pihak musuh. Rudal ini seperti mempunyai segenap kekuatan alam semesta, terangnya seperti terang puluhan matahari, kembang api bertebaran naik ke angkasa, sangat indah. Mayat yang terbakar, sehingga tidak bisa dibedakan, bulu rambut dan kuku rontok terkelupas, barang-barang porselen retak, burung yang terbang terbakar gosong oleh suhu tinggi. Demi untuk menghindari kematian, para prajurit terjun ke sungai membersihkan diri dan senjatanya.

Banyak spekulasi bermunculan dari peristiwa ini, diantaranya ada sebuah spekulasi baru dengan berani menyebutkan bahwa perang Mahabarata adalah semacam perang NUKLIR!!

Tapi, benarkah demikian yang terjadi sebenarnya? Mungkinkah jauh sebelum era modern seperti masa kita ini ada sebuah peradaban maju yang telah menguasai teknologi nuklir? Sedangkan masa sebelum 4000 SM dianggap sebagai masa prasejarah dimana peradaban Sumeria dianggap peradaban tertua didunia tidak ditemukan kemajuan semacam ini?

Namun selama ini terdapat berbagai diskusi, teori dan penyelidikan mengenai kemungkinan bahwa dunia pernah mencapai sebuah peradaban yang maju sebelum tahun 4000 SM.

Teori Atlantis, Lemuria, kini makin diperkuat dengan bukti tertulis seperti percakapan Plato mengenai dialog Solon dan pendeta Mesir kuno mengenai Atlantis, naskah kuno Hinduisme mengenai Ramayana & Bharatayudha mengenai dinasti Rama kuno, dan bukti arkeologi mengenai peradaban Monhenjo-Daroo, Easter Island dan Pyramid Mesir maupun Amerika Selatan.

# Penelusuran fakta ilmiah
Akhir-akhir ini perhatian saya tertuju pada sebuah teori mengenai kemungkinan manusia pernah memasuki zaman nuklir lebih dari 6000 tahun yang lalu. Peradaban Atlantis di barat, dan dinasti Rama di Timur diperkirakan berkembang dan mengalami masa keemasan antara tahun 30.000 SM hingga 15.000 SM.

Atlantis memiliki wilayah mulai dari Mediteranian hingga pegunungan Andes di seberang Samudra Atlantis sedangkan Dinasti Rama berkuasa di bagian Utara India-Pakistan-Tibet hingga Asia Tengah. Peninggalan Prasasti di Indus, Mohenjo Daroo dan Easter Island (Pasifik Selatan) hingga kini belum bisa diterjemahkan dan para ahli memperkirakan peradaban itu berasal jauh lebih tua dari peradaban tertua yang selama ini diyakini manusia (4000 SM). Beberapa naskah Wedha dan Jain yang antara lain mengenai Ramayana dan Mahabharata ternyata memuat bukti historis maupun gambaran teknologi dari Dinasti Rama yang diyakini pernah mengalami zaman keemasan dengan tujuh kota utamanya ‘Seven Rishi City’ yg salah satunya adalah Mohenjo Daroo (Pakistan Utara).
Reruntuhan Kota Mohenjo Daroo

Dalam suatu cuplikan cerita dalam Epos Mahabarata dikisahkan bahwa Arjuna dengan gagah berani duduk dalam Weimana (sebuah benda mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal/roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh, lalu dalam sekejap bumi bergetar hebat, asap tebal membumbung tinggi diatas cakrawala, dalam detik itu juga akibat kekuatan ledakan yang ditimbulkan dengan segera menghancurkan dan menghanguskan semua apa saja yang ada disitu.

Yang membuat orang tidak habis pikir, sebenarnya senjata semacam apakah yang dilepaskan Arjuna dengan Weimana-nya itu?

Ada beberapa penelitian yang berusaha menguak tabir misteri kehidupan manusia di masa lampau ini. Tentang bagaimana kehidupan sosial hingga kemajuan ilmu dan teknologi mereka. Beberapa waktu belakangan banyak hasil penelitian yang mengejutkan. Dan dari berbagai sumber yang telah saya pelajari, secara umum penggambaran melalui berbagai macam teori dan penelitian mengenai subyek ini telah pula memberikan beberapa bahan kajian yang menarik, antara lain adalah:

Permulaan sebelum dua milyar tahun hingga satu juta tahun dari peradaban manusia sekarang ini teryata telah terdapat peradaban manusia. Dalam masa-masa yang sangat lama ini terdapat berapa banyak peradaban yang demikian maju namun akhirnya menuju pada sebuah kebinasaan? Dan penyebab kebinasaan itu adalah tiada lain akibat peperangan yang pernah terjadi.

Atlantis dan Dinasti Rama pernah mengalami masa keemasan (Golden Age) pada saat yang bersamaan (30.000-15.000 SM). Keduanya sudah menguasai teknologi nuklir. Keduanya memiliki teknologi dirgantara dan aeronautika yang canggih hingga memiliki pesawat berkemampuan dan berbentuk seperti UFO (berdasarkan beberapa catatan) yang disebut Vimana (Rama) dan Valikri/valixi (Atlantis).

Penduduk Atlantis memiliki sifat agresif dan dipimpin oleh para pendeta (enlighten priests), sesuai naskah Plato. Dinasti Rama memiliki tujuh kota besar (Seven Rishi’s City) dengan ibukota Ayodhya dimana salah satu kota yang berhasil ditemukan adalah Mohenjo-Daroo. Persaingan dari kedua peradaban tersebut mencapai puncaknya dengan menggunakan senjata nuklir.

Para ahli menemukan bahwa pada puing-puing maupun sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo-Daroo mengandung residu radio-aktif yang hanya bisa dihasilkan lewat ledakan Thermonuklir skala besar.K erangka-kerangka yang bergelimpangan di jalan-jalan, seolah-olah mereka telah dilanda satu malapetaka yang amat dasyhat secara tiba-tiba. Pada kerangka-kerangka tersebut terdapat sisa radioaktif yang tinggi, sama dengan yang dijumpai di Hiroshima dan Nagasaki. Dalam sebuah seloka mengenai Mahabharata, diceritakan dengan kiasan sebuah senjata penghancur massal yang akibatnya mirip sekali dengan senjata nuklir masa kini.



 
 Mayat bergelimpangan di Kota Kuno Mohenjodaro

Beberapa Seloka dalam kitab Wedha dan Jain secara eksplisit dan lengkap menggambarkan bentuk dari ‘wahana terbang’ yang disebut ‘Vimana’ yang ciri-cirinya mirip piring terbang masa kini. 
Dari hasil riset dan penelitian yang dilakukan ditepian sungai Gangga di India, para arkeolog menemukan banyak sekali sisa-sisa puing-puing yang telah menjadi batu hangus di atas hulu sungai. Batu yang besar-besar pada reruntuhan ini dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Jika ingin melebur bebatuan tersebut, dibutuhkan suhu paling rendah 1.800 °C. Bara api yang biasa tidak mampu mencapai suhu seperti ini, hanya pada ledakan nuklir baru bisa mencapai suhu yang demikian.

Di dalam hutan primitif di pedalaman India, orang-orang juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus. Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batuan didalam bangunan juga telah dikacalisasi. Selain di India, Babilon kuno, gurun sahara, dan guru Gobi di Mongolia juga telah ditemukan reruntuhan perang nuklir prasejarah. Batu kaca pada reruntuhan semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir saat ini.

Bukti ilmiah peradaban Veda. Bukti-bukti arkeologis, geologis telah terungkap dari penemuan fosil-fosil maupun artefak- alat yang digunakan manusia pada masa itu telah terbukti menunjukkan bahwa peradaban manusia modern telah ada sekitar ratusan juta bahkan miliaran tahun yang lalu. Bukti-bukti tersebut diungkapkan oleh Michael Cremo, seorang arkeolog senior, peneliti dan juga penganut weda dari Amerika, dengan melakukan penelitian lebih dari 8 tahun.

Dari berbagai belahan dunia termasuk juga dari Indonesia telah dapat mengungkapkan misteri peradaban weda tersebut secara bermakna. Laporan tersebut ditulis dalam beberapa buku yang sudah diterbitkan seperti ; Forbidden Archeology, The Hidden History of Human Race, Human Devolution: A Vedic alternative to Darwin’s Theory, terbitan tahun 2003. Dalam buku tersebut akan banyak ditemukan fosil, artefak- peninggalan berupa kendi, alas kaki, alat masak dan sebagainya yang telah berusia ratusan juta tahun bahkan miliaran tahun, dibuat oleh manusia yang mempunyai peradaban maju, tidak mungkin dibuat oleh kera atau primata yang lebih rendah.

Dari buku-buku tersebut juga ditemukan adanya manipulasi beberapa arkeolog dengan mengubah dimensi waktunya, hal ini bertujuan untuk mendukung teori evolusi Darwin, karena kenyataannya teori evolusi masih sangat lemah. Bukti ilmiah sudah dengan jelas menyatakan bahwa peradaban weda telah ada miliaran tahun. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa perang besar di tanah suci Kukrksetra, kota Dwaraka, sungai suci Sarasvati dan sebagainya merupakan suatu peristiwa sejarah, bukan sebagai mitologi. Setiap kali kongres para arkeolog dunia selalu menyampaikan bukti-bukti baru tentang peradaban Barthavarsa purba. Dibawah ini ditampilkan sekelumit dari bukti ilmiah tersebut.

Sebenarnya masih banyak bukti ilmiah lainnya yang menunjukkan peradaban weda tersebut, sehingga Satya yuga, Tretha yuga, Dvapara yuga dan Kali yuga dengan durasi sekitar 4.320.000 tahun merupakan suatu sejarah peradaban manusia modern yang memegang teguh perinsip dharma.

Perang Bharatayuda. Para arkeolog terkemuka dunia telah sepakat bahwa perang besar di Kuruksetra merupakan sejarah Bharatavarsa (sekarang India) yang terjadi sekitar 5000 tahun yang lalu. Sekarang para peneliti hanya ingin menentukan tanggal yang pasti tentang peristiwa tersebut. Dari hasil pengamatan beserta bukti-bukti ilmiah. Dari berbagai estimasi maka dibuatlah suatu usulan peristiwa-peristiwa sebagai berikut:

* Sri Krishna tiba di Hastinapura diprakirakan sekitar 28 September 3067 SM
* Bhishma pulang ke dunia rohani sekitar 17 Januari 3066 SM
* Balarama melakukan perjalanan suci di sungai Saraswati pada bulan Pushya 1 Nov. 1, 3067 SM
* Balarama kembali dari perjalanan tersebut pada bulan Sravana 12 Dec. 12, 3067 SM
* Gatotkaca terbunuh pada 2 Desember 3067 SM.

Dan banyak lagi penanggalan peristiwa-peristiwa penting sudah di kalkulasi.

* Kota kuno Dvaraka. Demikian juga keberadaan kota Dvaraka yang dulu menjadi misteri, kota tersebut disebutkan dalam Mahabharata bahwa Dvaraka tenggelam di pantai. Doktor Rao adalah seorang arkeolog senior yang dengan tekun menyelidiki dengan “marine archaeology” dan hasilnya ditemukannya reruntuhan kota bawah laut, beserta ornamennya, didaerah Gujarat. Dwaraka, kota kerajaan Sri Krishna masa lalu.

Dvaraka


* Sungai Sarasvati. Keberadaan kota purba Harrapa dan Mohenjodaro serta keberadaan sungai suci Sarasvati telah dijumpai dalam Rig Weda, namun tidak diketahui keberadaannya, kemudian oleh NASA dengan pemotretan dari luar angkasa ternyata dijumpai sebuah lembah yang merupakan bekas sungai yang telah mengering, namun dalam kedalaman tertentu masih tampak ada aliran air di wilayah Pakistan yang bermuara ke lautan Arab, arahnya sesuai dengan yang digambarkan dalam sastra.



 Sungai Sarasvati


* Jembatan Alengka. Pemotretan luar angkasa yang dilakukan oleh NASA telah menemukan adanya jembatan mistrius yang menghubungkan Manand Island (Srilanka) dan Pamban Island (India) sepanjang 30 Km, dengan lebar sekitar 100 m, tampak pula jembatan tersebut buatan manusia dengan umur sekitar 1.750.000 tahun. Angka ini sesuai dengan sejarah Ramayana yang terjadi pada Tretha yuga. Sekarang sedang diteliti jenis bebatuannya. Jadi Ramayana itu adalah ithihasa (sejarah), bukan merupakan dongeng.


jembatan ramayana 2
Sri Rama Bridge 1
Sri Rama Bridge 2
Foto: Sri Rama Bridge hasil pantauan NASA

Citra dari Rama Brige sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam, yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut sedang surut) dengan lebar hampir 100 m.


Reaktor Nuklir Kuno di Oklo

Tahun 1972 silam, ada sebuah penemuan luar biasa yang barangkali bisa semakin memperkuat dugaan bahwa memang benar peradaban masa silam telah mengalami era Nuklir yaitu penemuan tambang Reaktor Nuklir berusia dua miliyar tahun di Oklo, Republik Gabon.

peta Oklo
Foto: Peta Oklo, Republik Gabon

oklo15_curtin
2004-05-Oklo
Foto: bekas Reaktor Nuklir Berusia 2 Milyar Tahun di Oklo, Republik Gabon.

Pada tahun 1972, ada sebuah perusahaan (Perancis) yang mengimpor biji mineral uranium dari Oklo di Republik Gabon, Afrika untuk diolah. Mereka terkejut dengan penemuannya, karena biji uranium impor tersebut ternyata sudah pernah diolah dan dimanfaatkan sebelumnya serta kandungan uraniumnya dengan limbah reaktor nuklir hampir sama. Penemuan ini berhasil memikat para ilmuwan yang datang ke Oklo untuk suatu penelitian, dari hasil riset menunjukkan adanya sebuah reaktor nuklir berskala besar pada masa prasejarah, dengan kapasitas kurang lebih 500 ton biji uranium di enam wilayah, diduga dapat menghasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt. Tambang reaktor nuklir tersebut terpelihara dengan baik, dengan lay-out yang masuk akal, dan telah beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.

Yang membuat orang lebih tercengang lagi ialah bahwa limbah penambangan reaktor nuklir yang dibatasi itu, tidak tersebarluas di dalam areal 40 meter di sekitar pertambangan. Kalau ditinjau dari teknik penataan reaksi nuklir yang ada, maka teknik penataan tambang reaktor itu jauh lebih hebat dari sekarang, yang sangat membuat malu ilmuwan sekarang ialah saat kita sedang pusing dalam menangani masalah limbah nuklir, manusia zaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan topografi alami untuk menyimpan limbah nuklir!

Tambang uranium di Oklo itu kira-kira dibangun dua milyar tahun yang lalu setelah adanya bukti data geologi dan tidak lama setelah menjadi pertambangan maka dibangunlah sebuah reaktor nuklir ini. Mensikapi hasil riset ini maka para ilmuwan mengakui bahwa inilah sebuah reaktor nuklir kuno, yang telah mengubah buku pelajaran selama ini, serta memberikan pelajaran kepada kita tentang cara menangani limbah nuklir.

Sekaligus membuat ilmuwan mau tak mau harus mempelajari dengan serius kemungkinan eksistensi peradaban prasejarah itu, dengan kata lain bahwa reaktor nuklir ini merupakan produk masa peradaban umat manusia. Seperti diketahui, penguasaan teknologi atom oleh umat manusia baru dilakukan dalam kurun waktu beberapa puluh tahun saja, dengan adanya penemuan ini sekaligus menerangkan bahwa pada dua miliar tahun yang lampau sudah ada sebuah teknologi yang peradabannya melebihi kita sekarang ini, serta mengerti betul akan cara penggunaannya.

Semua temuan arkeologis ini sesuai dengan catatan sejarah yang turun-temurun. Kita bisa mengetahui bahwa manusia juga pernah mengembangkan peradaban tinggi di India pada 5.000 tahun silam, bahkan mengetahui cara menggunakan reaktor nuklir, namun oleh karena memperebutkan kekuasaan dan kekayaan serta menggunakan dengan sewenang-wenang, sehingga mereka mengalami kehancuran.

Singkatnya segala penyelidikan diatas berusaha menyatakan bahwa umat manusia pernah maju dalam peradaban Atlantis dan Rama. Bahkan jauh sebelum 4000 SM manusia pernah memasuki abad antariksa dan teknologi nuklir. Akan tetapi zaman keemasan tersebut berakhir akibat perang nuklir yang dahsyat hingga pada masa sesudahnya, manusia sempat kembali ke zaman primitif. Masa primitif ini berakhir dengan munculnya peradaban Sumeria sekitar 4000 SM atau 6000 tahun yang lalu.

Lagi-lagi perang dan haus kekuasaanlah yang mengakibatkan manusia menjadi terpuruk. Dan hal ini patut kita renungkan lebih seksama sebagai buah pelajaran bahwa mengapa manusia zaman prasejarah yang memiliki sebuah teknologi maju tidak bisa mewariskan teknologinya, malah hilang tanpa sebab, yang tersisa hanya setumpuk jejak saja. Lalu bagaimana kita menyikapi atas penemuan ini?


Saudaraku, sebagai manusia sekarang, jika kita abaikan terhadap semua peninggalan-peninggalan peradaban prasejarah ini, sudah barang tentu kita pun tidak akan mempelajarinya secara mendalam, apalagi menelusuri bahwa mengapa sampai tidak ada kesinambungannya, lebih-lebih untuk mengetahui penyebab dari musnahnya sebuah peradaban itu. Dan apakah perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi kita sekarang akan mengulang seperti peradaban beberapa kali sebelumnya? Betulkah penemuan ini, serta mengapa penemuan-penemuan peradaban prasejarah ini dengan teknologi manusia masa kini begitu mirip? Semua masalah ini patut kita renungkan dalam-dalam sebagai upaya tidak mengulangi kesalahan fatal yang pernah dilakukan.
Sumber: Setetes Air 

Desa Tertua di Timur Tengah

Desa Tertua di Timur Tengah

Artefak Iran

Sejumlah arkeolog Iran dan Inggris baru-baru ini menemukan desa tertua di Timur Tengah. Setidaknya desa ini telah ada sejak 9800 tahun sebelum Masehi di bagian barat Iran.

Temuan arkeologis yang unik ini menyingkapkan bahwa Iran adalah pusat jaman neolitik yang menandai akhir jaman batu di Timur Tengah.  “Situs bersejarah ini sudah ada sejak 9.800 SM dan bukti menunjukkan bahwa penduduk situs itu terus hidup hingga 7.400 SM,” kata Hassan Fazeli, direktur Pusat Arkeologi Iran.

Para arkeolog ini kemudian menyimpulkan bahwa para penghuni Iran telah keluar dari lubang-lubang gunung berbatu sekitar 11,800 tahun lampau dan tinggal di dataran dan padang luas.

Temuan-temuan ini memperkuat teori bahwa sebagai pusat neolitik di Timur Tengah, Iran bukan sekadar menjadi pusat agrikultur. Banyak teknologi primitif lain yang sudah mulai berkembang di sana sejak belasan ribu tahun lampau itu pula.

 “Para pejabat bidang kebudayaan segera akan memperkenalkan hunian manusia tertua ke UNESCO,” kata Fazeli sambil menambahkan bahwa “Pembukaan situs bersejarah ini bagi publik merupakan langkah awal dari rencana yang lebih besar.”


Sumber:
http://musakazhim.wordpress.com/2009/05/25/desa-tertua-di-timur-tengah/

Apakah Manusia Pernah Hidup Sezaman Dengan Dinosaurus?

Apakah Manusia Pernah Hidup Sezaman Dengan Dinosaurus?


Apakah Manusia Pernah Hidup Sezaman Dengan Dinosaurus? we live with dinosaurs-001.jpg
Seperti budaya hari ini, orang-orang kuno menciptakan karya seni juga didasarkan pada subyek kehidupan nyata. Banyak lukisan gua (piktograf) dan petroglyphs (pahatan batu dangkal) menggambarkan adegan dari pertempuran, dan orang-orang kuno yang melakukan berbagai ritual, (ada juga fauna, seperti kerbau dll, yang dilihat oleh orang-orang pribumi). Demikian pula Arca, mosaik, patung-patung kecil, dan ukiran yang dibuat oleh orang kuno ratusan atau ribuan tahun lalu juga menggambarkan beberapa makhluk aneh yang tampaknya sangat mirip dengan apa yang kita sebut dinosaurus, dan ini mengarah ke sebuah pertanyaan menarik. Apakah kebudayaan kuno percaya bahwa dinosaurus hidup sezaman dengan manusia dan apakah mereka mengklaim pernah melihat makhluk seperti itu? 
 
PENEMUAN PATUNG-PATUNG DINOSAURUS DI ACAMBARO
Pada musim panas tahun 1944, seorang pedagang Jerman, Waldemar Julsrud , membuat penemuan yang telah menyebabkan kegemparan di komunitas ilmiah. Waktu itu bulan Juli 1944 dan Waldemar Julsrud menunggangi kudanya sepanjang lereng bawah Gunung El Toro dekat kota Acambaro, Meksiko, ketika ia melihat sesuatu yang tidak biasa menyembul keluar dari tanah. Turun dari kudanya, ia kemudian mengais tanah dan menemukan benda-benda keramik yang beberapa diantaranya tidak seperti apa yang pernah dilihatnya sebelumnya. Penemuannya menyebabkan penggalian lebih lanjut dan total ada lebih dari 33.500 keramik, batu, dan patung-patung batu giok serta artefak ditemukan.
acambaro-figures.jpg
Charles Hapgood , seorang profesor antropologi dan sejarah di Keene State College, yang mempelajari tentang patung-patung, memutuskan bahwa ia akan melihat penemuan itu secara langsung. Setelah menyelidiki dan meneliti patung-patung itu selama 18 tahun, dan setelah melihat lebih objek ditemukan ketika para pekerja menggali di lokasi tertentu yang ditentukan, Hapgood, yang mengaku bahwa dirinya seorang skeptis, menulis sebuah buku tentang patung-patung Acambaro, Misteri di Acambaro : Apakah Dinosaurus Bertahan Hidup Hingga Kini? Tidak lagi skeptis tentang asal-usul dan keaslian patung-patung kuno, Charles Hapgood percaya bahwa mereka dibuat oleh sebuah budaya kuno. 

Di tempat yang sama di mana artefak ditemukan, ditemukan pula gigi kuda yang telah punah, kerangka Mammoth , dan tengkorak manusia. Fakta bahwa banyak dari patung-patung yang unik menyerupai dinosaurus telah menjadi alasan mayoritas komunitas ilmiah untuk mengabaikan penemuan ini, dan menganggapnya sebagai hoax. 

PENEMUAN ARTEFAK DINASTI SHANG YANG MENGGAMBARKAN SAUROLOPHUS
Selain penemuan utama di Acambaro, sejumlah patung-patung lain dari kebudayaan kuno lainnya telah memicu perdebatan atau telah diabaikan oleh mayoritas komunitas ilmiah. Sebuah artefak dari Dinasti Shang digambarkan oleh website Genesis Park sebagai makhluk yang “menampilkan garis relif dalam pola seperti-skala, paruh luas, embel-embel kulit, dan headcrest yang mencolok seperti Saurolophus …”.
shang sauro.jpg
Menurut Genesis Park , sosok seperti-dinosaurus “yang diiklankan di pasar barang antik Cina sebagai gambaran dinosaurus”. Mengenai keaslian itu, Genesis Park menyatakan bahwa: “patung giok ini, yang sekarang menjadi koleksi Genesis Park, terbuat dari nephrite berwarna putih dengan diferensial pelapukan, serta urat urat batu, yang menunjukkan keaslian …”. 

PATUNG-PATUNG DAN LUKISAN DINOSAURUS KEBUDAYAAN KUNO SUKU DOGON DAN SUKU MOCHE
Selain patung-patung Acambaro dan saurolophus Dinasti Shang , ada lebih banyak contoh patung patung mirip-dinosaurus dari kebudayaan kuno seperti patung dari suku Dogon, Afrika, yang menaiki makhluk “prasejarah” aneh atau lukisan cat pot dan vas dari suku Moche Amerika Selatan.
moche dan dogon.jpg
Beberapa lukisan vas dan pot memiliki apa yang tampaknya mirip dinosaurus realistis yang dicat pada permukaan tanah liat. Koleksi tembikar Suku Moche saat ini terletak di Larco Herrera Museum di Peru. 

UKIRAN ICA STONES: DINOSAURUS DAN MANUSIA HIDUP BERSAMA
Selain tanah liat, manusia purba menggunakan batu dan logam untuk artistik merekam objek, peristiwa, atau hewan yang mereka saksikan. Mereka juga mengukir gambar ke batuan individu. Contoh ini dapat ditemukan di Ica Stones yang kontroversial, ditemukan oleh Dr Javier Cabrera di luar kota Ica. Selama bertahun-tahun, Dr Cabrera telah mengumpulkan koleksi batu dengan ukiran aneh yang permukaannya menggambarkan orang dan dinosaurus hidup bersama.
ica stones.jpg
Mengacu ke koleksi Dr Cabrera itu, Josef F. Blumrich , seorang ilmuwan NASA, mengatakan, “Saya sangat terkesan dengan apa yang saya lihat di sini, dan saya senang telah menemukan begitu banyak bukti langsung dari apa yang saya mulai rasakan dan pahami sebelumnya. Tidak ada keraguan dalam pikiran saya tentang keaslian batu-batu ini “. Sayangnya, tidak ada cara ilmiah untuk menentukan apakah batu-batu ica ini kuno atau tidak. Karena kekontroversialan batu batu ica, Dr Cabrera telah banyak menerima sikap yang merendahkan penemuannya dari komunitas ilmiah. 

UKIRAN DINOSAURUS DAN MAMMOTH IDOL GRANBY
Sebuah penemuan yang dibuat pada tahun 1920 oleh seorang peternak di luar kota Granby, Colorado menyandang sebutan unik “Idol Granby”. Suatu hari Bud Chalmers memindahkan batu dari peternakannya, ketika dia mengangkat salah satu batu yang beratnya lebih dari yang diharapkan, ia memutuskan untuk mencucinya. Setelah lapisan debu dan kotoran telah dihapus, satu set alur muncul di batu. Sebuah wajah yang tersenyum dikelilingi oleh simbol yang aneh muncul di salah satu sisi batu. Di sisi kebalikan dari batu, yang menakjubkan Chalmers Bud, terdapat ukiran seperti dinosaurus berleher panjang dan mammoth berbulu.
granby-idol-001.jpg
Sebagai catatan yang menarik, Dr Topan Covey , yang menulis buku tentang kemungkinan bahwa Cina kuno telah datang ke Amerika, mempelajari foto-foto batu itu dan mengidentifikasi simbol-simbol terukir di batu tersebut sebagai milik Cina kuno. 

SEGEL SILINDER MESOPOTAMIA: BERGAMBAR DUA MAKHLUK SAUROPOD
Artefak kuno lain, yang dibuat dengan mengukir pada bongkahan batu, yang memberikan petunjuk bahwa dahulu ada dinosaurus, adalah segel silinder Mesopotamia , diperkirakan berasal dari tahun 3.300 SM. Segel menampilkan dua binatang berleher panjang – yang mencolok menyerupai dinosaurus sauropoda- melilitkan leher mereka dan ekor.
meso-dino-001.jpg
Bentuk otot-otot dan panjang leher dan ekor dari makhluk tersebut sangat realistis. Jadi sangat logis jika disimpulkan bahwa para seniman yang menciptakan segel haruslah pernah melihat, baik itu representasi dari dinosaurus maupun spesimen hidup dinosaurus untuk membuat penggambaran yang akurat. Imajinasi saja tidak bisa menghasilkan akurasi seperti. 

PETROGLYPH DAN PICTOGRAPH SAUROPOD INDIAN ANASAZI
Penggambaran dinosaurus tidak terbatas pada patung-patung, batu, atau segel silinder. Karya seni kuno dinosaurus telah ditemukan di sisi tebing, di dinding, dan di gedung-gedung. Petroglyphs dan pictographs yang dibuat oleh suku-suku kuno menggambarkan makhluk-makhluk aneh yang tidak cocok dengan apapun yang diketahui ada hari ini.
arizona petroglyph.jpg
Di Jembatan Alam Monumen Nasional, Utah, sebuah Petroglyph sangat menarik yang menyerupai (dinosaurus leher panjang)sauropoda telah mengundang pertanyaan. 

Petroglyph ini dikaitkan dengan Indian Anasazi yang tinggal di daerah itu selama tahun 1300 AD. Seperti pencipta peninggalan lain yang disebutkan di atas, kemampuan Indian Anasazi untuk menciptakan seni cadas tersebut hanya dapat dijelaskan jika Indian Anasazi benar-benar melihat dinosaurus hidup. 

Kerangka dinosaurus lengkap pertama ditemukan oleh William Parker Foulke pada tahun 1858, di Haddonfield, New Jersey. Itu adalah lebih dari lima ratus tahun setelah suku Indian Anasazi meninggalkan area di mana Petroglyph dinosaurus ditemukan. 

PIKTOGRAM PANTHER AIR INDIAN SIOUX
Ditemukan pada wajah tebing yang berbeda dekat Great Lakes, representasi asli menarik yang lain dari makhluk mirip dinosaurus menarik perhatian pejalan kaki yang penasaran. Makhluk itu disebut macan kumbang air. Orang-orang Indian Sioux percaya bahwa makhluk ini menghuni Sungai Missouri.
panther indian sioux.jpg
Vine Deloria, penulis Red Earth, White Lies: penduduk asli Amerika dan Mitos Fakta Ilmiah, melaporan dalam bukunya mengenai apa yang suku Sioux telah kisahkan tentang makhluk legendaris. Makhluk itu memiliki tulang punggung “seperti gergaji” dan “di tengah-tengah dahinya ada satu tanduk”. 

Piktogram makhluk ini menunjukkan hewan dengan punggung bergerigi mirip dengan dinosaurus, dan tanduk menonjol dari kepalanya. Ini terlihat menyolok seperti triceratops, anggota family Ceratopsidae, atau dinosaurus bertanduk dari beberapa jenis. 

UKIRAN STEGOSAURUS DI ANGKOR WAT
Gambaran dinosaurus pada bidang datar yang besar, tidak terbatas pada piktograf dan petroglyphs di sisi tebing. Beberapa bangunan kuno memiliki fitur dinosaurus, baik yang dipahatkan atau ditempelkan pada dinding dan lantai. Salah satu contoh yang paling jelas dari ini adalah yang ditemukan di, reruntuhan kuno misterius Angkor Wat .
temple-stegosaurus-rhinoceros-300x252.jpg
Richard Sobol, penulis Misteri Angkor Wat: Menjelajahi Candi kuno Kamboja, menulis tentang pengalamannya menjelajahi kuil kuno. Sekelompok anak-anak yang ia temui ingin menunjukkan kepadanya sebuah “rahasia”. Mereka membawanya ke sebuah dinding batu yang penuh dengan ukiran. 

Richard Sobol menulis, “Aku bergerak mendekat, dan melihat di sana, di dinding, diukir di dalam lingkaran, makhluk yang hanya bisa digambarkan sebagai dinosaurus -stegosaurus”. Dia kemudian mengabadikan gambaran dinosaurus, yang diukir pada lingkaran di dalam dinding, yang menyerupai stegosaurus tersebut. Apakah ukiran itu adalah sebuah stegosaurus atau tidak, yang jelas ukiran tersebut memang memiliki beberapa fitur yang dimiliki oleh family Stegosauridae, seperti: lempeng segitiga di punggungnya, empat kaki berotot, kepala menempel pada leher pendek, tubuh besar, dan ekor tebal. 

UKIRAN SAUROPOD DI MAKAM RICHARD BELL ABAD 15
Keanehan lain ditemukan di makam seorang uskup pada abad kelima belas Carlisle, Richard Bell . Sebuah fillet kuningan, bertanggal kembali ke 1400-an, mengelilingi makam. Terukir pada permukaan logam berbagai hewan seperti anjing, ikan, belut, burung, babi, dll. Yang sangat menarik adalah ukiran dari apa yang tampaknya adalah dua makhluk berleher panjang dengan ekor yang juga panjang sedang sedang bertarung satu sama lain.
103_bispo_bell_dinos.jpg
Semua makhluk yang terukir pada di makam cukup akurat digambarkan, sehingga kemungkinan besar bahwa makhluk ini juga secara akurat digambarkan dengan baik. Memiliki leher yang panjang, empat kaki, ekor panjang, makhluk itu tampaknya sauropoda. Tidak ada binatang yang kita kenal hari ini cocok dengan gambaran itu.
KROKODILOPARDALIS DI MOSAIK NIL
Sebuah mosaik yang luar biasa namun sangat nyata dari Italia kuno, Mosaic Nil dari Palestrina adalah gambar besar yang pada awalnya diatur ke lantai Bait Fortuna Primigenia, yang terletak di Palestrina, Italia. Saat ini terletak di Museo Nazionale Prenestino di Roma, Mosaic Nil dari Palestrina menampilkan berbagai adegan dari Sungai Nil, menunjukkan kehidupan di Mesir selama Kekaisaran Romawi .
nil mosaic.jpg
Mosaik ini adalah penting tidak hanya untuk nilai sejarah, tetapi juga untuk penggambaran atas makhluk aneh. Satu makhluk jelas tampak seperti dinosaurus besar beristirahat di atas batu, dan sosok manusia berdiri di sampingnya yang kecil jika dibandingkan dengannya. Tulisan pada mosaic itu adalah Krokodilopardalis , yang berarti Leopard Buaya. 

THE HUNT MOSAIC
Sebuah mosaik yang paling menarik dari era yang sama ditemukan di kota kuno Pompeii , Italia. Saat itu di tahun 79 Masehi, pada tanggal 24 Agustus, Gunung Vesuvius meletus, mengirim awan panas abu vocanic melalui kota Pompeii, melestarikan peninggalan kuno dan artefak. “Hunt” mosaik ditemukan dari rumah seorang dokter yang kaya di kota ini.
pompeii-4.jpg
Mosaik ini menunjukkan orang berinteraksi dengan, atau, berburu reptil dan hewan besar. Aspek paling unik dari mosaik ini adalah kenyataan bahwa terdapat makhluk yang bukan hewan normal yang pernah ditemui orang. Seorang pria naik di atas reptil berpelat besar vertikal di sepanjang punggungnya. Makhluk itu bukan buaya karena, di tempat lain dalam mosaik yang sama, satu buaya akurat terlihat beristirahat di tepi sungai. 

Mengapa banyak orang yang menolak bukti bukti dari potongan-potongan sejarah yang menakjubkan yang disajikan dengan dengan jelas di mosaik Romawi kuno ini?. Jika kedua mosaik, dan semua artefak yang disebut di atas, ukiran, dan karya seni benar-benar dipelajari oleh ilmuwan, sejarawan, dan ahli lain, dan menilainya tanpa keyakinan yang terbentuk sebelumnya mengenai sifat dari obyek, maka buku-buku sejarah mungkin harus ditulis ulang.
*****************
Mempertimbangkan bukti di atas, beberapa pertanyaan muncul. Apakah budaya kuno percaya bahwa ada dinosaurus sezaman dengan manusia? Apakah orang kuno benar-benar melihat dinosaurus dan bertemu dengan mereka? Jika demikian, apakah mereka memberitahu keturunan mereka apa yang mereka saksikan?
*****************
Cerita diwariskan dari mulut ke mulut – beberapa dari mereka berasal tampaknya tidak terlalu lama – telah keluar dari hutan terpencil dan daerah padang gurun begitu peradaban Barat meluas ke negeri-negeri jauh. Informasi tersebut dengan kata-kata dari mulut ke mulut telah datang dari Aboriginees Australia, orang-orang yang telah tinggal di benua tersebut selama ribuan tahun. Menurut Aboriginees , sejumlah makhluk besar dan kuat pernah menghuni hamparan luas di Australia. 

BUNYIP ADALAH DIPROTODON ?
Pada bulan Juli 1845, sebuah artikel muncul di Geelong Advertiser Victoria, Australia. Artikel ini menggambarkan penemuan sebuah tulang bukan fosil, dari hewan raksasa yang tak dikenal. Ketika tulang tersebut ditunjukkan kepada suku Aborigin yang berbeda di tempat yang terpisah, mereka semua segera mengidentifikasinya sebagai tulang Bunyip .
bunyip_1890-325x459.jpg
Suku-suku tersebut cukup jauh satu sama lain dan tidak punya cara untuk berkomunikasi satu dengan lainnya. Menurut deskripsi mereka, “bunyip”, binatang itu besar, bertelur, bisa berjalan dengan dua kaki, dan dianggap berbahaya. Menurut Aboriginees, “bunyip” memiliki “karakteristik burung dan buaya”. Seorang penduduk asli mengklaim bahwa beberapa bekas luka di kulitnya disebabkan oleh “bunyip”. 

YARRU: PLESIOSAURUS ?
Kuku Yalanji adalah suku di hutan hujan Far North Queensland, Australia. Seorang misionaris, Dennis Field, mendengar kisah dari para penatua Kuku Yalanji bahwa makhluk yang disebut Yarru biasanya tinggal di waterholes besar di hutan hujan.
yarru01.jpg
Ketika Dennis Field meminta seorang seniman suku untuk melukiskan “Yarru” untuk nya, hasilnya mengejutkan. Seniman, yang tidak memiliki pengetahuan tentang buku dinosaurus atau makhluk punah, menciptakan sebuah lukisan yang merupakan gambaran yang akurat dari apa yang tampaknya menjadi Plesiosaurus. Lukisan itu didasarkan sepenuhnya pada deskripsi yang diwariskan kepada pelukis suku dari cerita cerita kuno mereka. 

KULTRA: SAUROPOD ?
Makhluk yang digambarkan sebagai hewan berkaki empat dengan leher panjang dan ekor panjang dikisahkan oleh suku-suku aborigin Australia Tengah, hidup di rawa-rawa yang pernah menutupi wilayah tersebut.
kultra.jpg
Para Aborigin menyebut makhluk itu Kultra . Dari deskripsi yang mereka berikan, tampaknya menjadi jenis sauropoda. 

MOKELE-MBEMBE: SAUROPOD DI BASIN CONGO RIVER
Ribuan mil jauhnya dari hutan di Australia, hutan hujan kanopi berdaun lain yang menyebar di wilayah yang luas. Basin Kongo meliputi 1,5 juta mil persegi hutan rawa. Mengisi sebagian besar Basin Kongo, Rawa Likouala adalah rawa terbesar di dunia. Meliputi sekitar 55.000 mil persegi, area yang lebih besar dari negara bagian Florida, Rawa Likouala telah resmi dinyatakan oleh Republik Rakyat Kongo menjadi 80% yang belum dijelajahi. Selama bertahun-tahun, mulai tahun 1776 dan sampai saat ini, orang yang telah melakukan perjalanan ke Kongo dan berbicara dengan penduduk asli dan telah mendengar tentang makhluk besar yang penduduk asli sebut Mokele-mbembe .
mokele_mbembe.jpg
Berbagai ekspedisi yang dikirim oleh negara-negara berbeda ke Kongo telah mendengar suara-suara aneh datang dari hutan dan telah melihat jejak kaki yang tidak biasa di dalam tanah. Beberapa telah mengklaim telah benar-benar melihat ” Mokele-mbembe”. 

Pada tahun 1932, Gerald Russel , seorang pedagang hewan, dan Ivan T. Sanderson, seorang ahli ilmu hewan terkenal di dunia pada saat itu, mengayuh perahu menyusuri Sungai Mainyu di Kongo Basin. Tiba-tiba, kepala besar, melekat pada leher panjang, naik dari air. Untuk beberapa detik, makhluk itu menatap kedua pria itu. 

Ivan T Sanderson kemudian meringkas pertemuannya dengan kata-kata yang mengejutkan: “Saya tidak tahu apa yang kami lihat, tetapi hewan rakSasa itu tampak seperti sesuatu yang seharusnya telah mati jutaan tahun yang lalu.. Sebagai seorang ilmuwan, seharusnya aku senang, tentu saja, tapi pertemuan ini begitu menakutkan, begitu jahat bahwa aku tak ingin melihatnya lagi “. 

Penduduk asli menggambarkan makhluk tersebut umumnya berwarna coklat kemerahan dan lebih besar dari ukuran gajah, dengan leher panjang dan ekor panjang. Mahluk ini diketahui memakan tanaman dan meninggalkan jejak bulat dengan tiga cakar yang menonjol. Jadi, itu adalah herbivora. Deskripsi ini sangat menyarankan bahwa makhluk itu adalah dinosaurus Sauropoda

THUNDERBIRD: PENAMPAKAN PTERODACTYL ?
Suku-suku dari Afrika dan Australia bukan satu-satunya untuk memiliki cerita turun temurun tentang mahluk mirip-dinosaurus. Legenda tentang reptil besar, bersisik dapat ditemukan di banyak kebudayaan kuno. Cina, Eropa, dan Timur Tengah semuanya memiliki cerita tentang naga. Mythicized, akun-akun reptil besar yang mampu membunuh manusia hampir tidak dapat dikatakan hasil dari beberapa orang yang sangat imajinatif di seluruh dunia yang semuanya kebetulan membayangkan makhluk yang sangat mirip.
thunderbird.jpg
Meskipun mereka tidak punya cerita tentang naga, suku asli Amerika, terisolasi dari seluruh dunia oleh lautan raksasa, memiliki kisah tentang mahluk mirip-dinosaurus. 

Thunderbird adalah salah satu makhluk tersebut. Thunderbird ini diklaim memiliki sayap lebar dan besar serta cakar yang digunakan merenggut sesuatu. Kepercayaan ini mengatakan bahwa Thunderbird menyebabkan badai. Selama bertahun-tahun banyak orang telah mengaku melihat burung raksasa atau pterodactyl terbang di udara. Seperti baru-baru ini di tahun 2000-an, orang telah mengklaim telah melihat makhluk terbang yang besar. Pada tahun 2001, beberapa penampakan makhluk bersayap besar, “kelabu-hitam”, terlihat pada 13 Juni, 6 Juli dan 25 September, oleh berbagai saksi, di negara bagian Pennsylvania. 

MONSTER DANAU OKANAGAN, LOCH, CHAMPLAIN ADALAH DINOSAURUS ?
Selain Thunderbird dan Panther air , penduduk asli Amerika juga memiliki legenda lain tentang makhluk dinosaurian yang mereka sebut “N’ha-A-ITK”, atau biasa disebut “Ogopogo”. Menurut legenda asli Amerika tentang N’ha-A-ITK, “orang yang kerasukan setan” membunuh seorang sesepuh suku di tepi sebuah danau dekat rumahnya. Kemudian, dia lari karena takut pembalasan. Marah pada si pembunuh, para dewa menangkap nya, mengubahnya menjadi “ular”, dan melemparkan dia ke dalam lautan (yang kemudian disebut Danau Okanagan). Dia tetap selamanya di tempat kejadian pembunuhan itu, sebagai hukuman. Orang yang tinggal di dekat danau menyebutnya N’ha-A-ITK. Baru kemudian sebutan Ogopogo lebih umum digunakan, yang didasarkan pada bait dari sebuah lagu lama. Sampai hari ini, penampakan makhluk di Danau Okanagan terus dilaporkan.
ogopogo.jpg ogopogo
nessie.jpg loch ness monster 
 
Selain Danau Okanagan, Danau Champlain, Loch Ness, dan danau lain memiliki penampakan makhluk besar. Apakah mungkin bahwa beberapa orang benar-benar telah melihat makhluk dinosaurian dalam danau dan berhalusinasi atau membayangkan sesuatu apa yang belum pernah mereka lihat?
****************
Petroglyphs kuno, piktograf, patung-patung, ukiran, mosaik, batu, ukiran, dan legenda tentang makhluk dinosaurian semuanya adalah potongan potongan menarik dari bukti-bukti bahwa dinosaurus mungkin telah (atau mungkin masih) hidup di zaman manusia. 

Sebuah pertanyaan muncul: Jika dinosaurus benar-benar telah hidup bersama manusia, penjelajah, ilmuwan, atau kemungkinan besar arkeolog telah menemukan beberapa bukti yang membuktikannya secara kongkrit, benar? 

PENEMUAN TULANG HADROSAUR DI NORTH DAKOTA
Pada tahun 1999, Tyler Lyson , 16 pada saat itu, sedang berjalan melalui tanah tandus Formasi Hell Creek di North Dakota. Matanya terpaku ke sebuah benda aneh yang menonjol dari bukit. Saat ia melihat lebih lama, ia menyadari itu adalah tulang dinosaurus. Lima tahun kemudian, penggalian di situs itu dimulai. Pada tanggal 3 Desember 2007, para ilmuwan mengumumkan kepada dunia penemuan hadrosaur, hampir utuh seperti mumi, dijuluki “Dakota”. Menurut sebuah artikel dari Wired.com, “Hampir seluruh kulit yang menyelimuti tubuh dinosaurus tampaknya tetap utuh”. 

Phil Manning , seorang ahli paleontologi di University of Manchester (di Inggris) yang memimpin pemeriksaan “Dakota” mengatakan bahwa integritas amplop kulit menunjukkan bahwa Dakota mungkin juga memiliki “sisa-sisa jaringan lain” seperti organ dan otot. 

PENEMUAN BRACHYLOPHOSAURUS “LEONARDO”
Ditemukan oleh sebuah ekspedisi Dinosaur Institute di Sungai Judith tahun 2000, dan disajikan kepada dunia pada tahun 2002, ” Leonardo adalah dinosaurus berparuh bebek (atau brachylophosaurus) yang akan memajukan ilmu pengetahuan kita dengan sebuah lompatan kuantum”, kata Nate Murphy, kurator paleontologi di Phillips County Museum di Montana. 

Brachylophosaurus ini diperkirakan berusia 3 atau 4 tahun saat meninggal. Otot, kulit, sisik, bantalan kaki, dan perut Leonardo masih utuh. Sisik kulit dan jaringan telah ditemukan. Hebatnya, 90 persen dari kerangka Leonardo tercakup dalam jaringan lunak, seperti paruh, kuku, kulit, dan otot. Sel-sel jaringan yang seharusnya telah digantikan oleh mineral, dan perut yang berisi makanan yang baru dicerna sebagian, membuat ilmuwan benar-benar dapat melihat tanaman apa yang dimakan oleh dinosaurus ini saat kematiannya, yaitu: Pakis, magnolia, tumbuhan runjung, dan serbuk sari lebih dari 40 tanaman yang berbeda berada di perut hewan ini. Apakah mungkin semuanya itu bertahan selama jutaan tahun tanpa membusuk? 

PENEMUAN KERANGKA B-REX
Ditemukan pada tahun 2000, kerangka Tyranosaurus Rex muda berusia 18 tahun ini telah menarik banyak perhatian para ilmuwan dan orang awam. Kerangka dinosaurus bernama “B. rex” dinamakan demikian karena Bob Harmon, preparator kepala paleontologi di Museum Rockies, yang menemukannya. Karena dinosaurus itu terlalu besar untuk diambil dengan helikopter, maka kerangka tersebut harus dipecah-pecah. Akibatnya, tulang pahanya retak terbuka dan ketika Maria Higby Schweitzer dan timnya memeriksa bagian dalam tulang, Apa yang mereka temukan kemudian mengguncang komunitas ilmiah, menyebabkan para ilmuwan untuk memikirkan kembali apa apa yang telah menjadi keyakinan mereka tentang dinosaurus. Di dalam tulang terdapat jaringan yang seharusnya tidak berada di dalam tulang Tyrannosaurus Rex yang berusia “65 juta” tahun. 

Menurut sebuah artikel di Discover Magazine , Schweitzer menemukan “sel-sel tulang lentur dinosaurus itu masih utuh;. Dan pembuluh darah yang sepertinya seolah-olah berasal dari burung unta di kebun binatang”. 

Hillary Mayell dari National Geographic menulis tentang penemuan itu: “Vessels seperti pembuluh darah, sel, dan matriks protein dihasilkan oleh tubuh saat tulang sedang terbentuk.”Jika fosil dinosaurus itu memang berusia 65 juta tahun, bagaimana bisa jaringan sel itu dapat bertahan begitu lama? Jaringan ini tidak diganti oleh mineral dan mereka bukan mumi. Pembuluh darah, sel, dan matriks protein hampir tidak bisa bertahan selama seribu tahun, apalagi satu juta. Padahal fosil ini dikatakan 65 juta tahun. Apakah mungkin bahwa metode yang digunakan untuk menentukan usia fosil dinosaurus tersebut yang salah? 

Ketika para ilmuwan di Oak Ridge National Laboratory menggunakan metode Karbon date untuk menentukan usia beberapa tulang dinosaurus, mereka mendapatkan hasil hanya beberapa ribu tahun. Karena tanggal ini tidak sesuai dengan keyakinan mereka tentang zaman dinosaurus, mereka mengabaikan temuan mereka dan memutuskan untuk menggunakan metode lain sebagai gantinya. Beberapa hasil ini dapat berbeda satu sama lain sebanyak 150 juta tahun. 

Jaringan lunak biasanya terurai dengan cepat setelah organisme meninggal. Oleh karena itu, apakah mungkin pembuluh darah dan jaringan lunak bisa terus eksis di dalam tulang dinosaurus selama jutaan tahun? Para ilmuwan dengan keyakinan evolusi harus dapat memberikan penjelasan yang masuk akal dan realistis, bagaimana jaringan lunak yang ditemukan dalam tulang paha dari “B. rex” terawetkan selama (menurut mereka) 65 juta tahun. Sejauh ini, mereka tidak memiliki penjelasan yang mereka dapat sepakati.
*********************
Jika seseorang percaya bahwa dinosaurus telah punah jutaan tahun yang lalu, jauh sebelum manusia muncul, mengapa ada kelimpahan artefak dan legenda mengenai makhluk dinosaurian, berasal dari kebudayaan kuno di seluruh dunia?
Apakah mungkin bahwa patung-patung, batu, petroglyphs, piktograf, ukiran, ukiran, mosaik, dan legenda yang menggambarkan reptil besar didasarkan pada hewan yang benar-benar dilihat oleh manusia purba hidup-hidup? 

Apakah mungkin bahwa nenek moyang kita melihat dinosaurus hidup dan bercerita tentang pertemuan mereka dengan dinosaurus, mewariskan cerita-cerita dari mulut ke mulut? 

Bisakah metode kita untuk menentukan usia fosil dinosaurus tidak akurat?
Apakah manusia dan dinosaurus hidup bersama, bukan jutaan tahun terpisah? (bs22) 


Sumber:
https://bamssatria22.wordpress.com/category/mysteries-of-the-past/