Saturday, December 27, 2014

Eva mitokondria

Eva mitokondria

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Haplogroup manusia modern

Melalui genetic drift, yaitu seleksi, garis ibu dapat ditelusuri ke satu orang wanita.

Filogeni mitokondria manusia yang disederhanakan.
"Eva mitokondria" (atau Hawa mitokondrialbahasa InggrisMitochondrial Eve), di bidang genetika manusia, adalah julukan yang diberi ke moyang bersama yang terkini lewat garis matrilineal (garis ibu; dalam bahasa Inggris "MRCA" ataumost recent common ancestor). Dalam kata lain, wanita yang dijuluki demikian adalah moyang dari semua manusia yang hidup saat ini (disamakan dengan Hawa, nama perempuan pertama menurut Kitab-kitab suci agama Samawi), dari sisi ibu, dan dari ibu ke ibu, mundur ke masa lampau sampai semua garis keturunan bertemu pada satu orang. Dalam setiap orang, semua DNA mitokondria (mtDNA) turun dari mtDNA orang tersebut karena mtDNA setiap orang diturunkan ke anaknya tanpa kombinasi ulang.
Di samping Eva mitokondria, ada juga "Adam kromosom-Y", nama yang diberi kepada moyang bersama lewat garis ayah atau patrilineal. Menurut penemuan terakhir tahun 2013, kedua orang ini kemungkinan hidup pada zaman yang sama.
Dalam garis yang menuju ke MRCA, setiap moyang dari orang yang hidup kini memiliki saudara seangkatan, kakak dan adik sekandung Boleh jadi ada lebih dari satu MRCA yang lahir pada hari yang sama. Namun mereka dipandang sebagai satu MRCA secara keseluruhan.

Kaitan dengan teori migrasi Out of Africa[sunting | sunting sumber]

Pada umumnya, Eva mitokondria diperkirakan hidup sekitar 200.000 tahun lalu[1], kemungkinan paling besar di Afrika Timur[2], saat Homo sapiens sapiens ("anatomically modern humans" atau "manusia modern dari segi anatomi") sedang berkembang sebagai manusia yang terpisah dari sub-spesies manusia lain.
Eva mitokondria hidup jauh lebih dini dari pada apa yang disebut sebagai "Out-of-Africa migration", yang diperkirakan terjadi antara 95.000 dan 45.000 tahun lalu[3]. Penentuan tarikh hidup "Eva" ini menolak hipotesa "asal-usul multiregional manusia modern" (teori yang menganggap bahwa "manusia modern" muncul di lebih dari satu tempat di dunia), dan mendukung hipotesa bahwa manusia modern muncul pada saat yang tidak terlalu jauh pada masa lampau di Afrika, kemudian menyebar dari Afrika dan menggantikan manusia yang lebih "purba" seperti Neanderthal. Dengan demikian, hipotesa "Out-of-Africa", yang di kalangan peneliti disebut "asal-usul manusia modern dari Afrika", adalah yang dominan.

Kaitan dengan Hawa dalam Kitab Suci[sunting | sunting sumber]

Penelitian mengenai mtDNA yang mengindikasikan bahwa semua wanita berasal dari satu orang wanita yang disebut "Eva mitokondria" ini tidak membuktikan bahwa wanita itu satu-satunya yang ada pada zaman itu, tetapi konsisten dengan pandangan bahwa semua orang diturunkan dari satu wanita ini, yang dalam agama Samawi dikenal dengan nama Hawa.[4]Analisis tingkat kecepatan mutasi yang terbaru mengindikasikan bahwa nenek moyang ini hidup pada zaman penciptaanHawa menurut perhitungan sejumlah tokoh kreasionisme.[5] Perkiraan masa hidup Eva mitokondria didasarkan pada asumsi "jam molekuler" (‘molecular clock’), yang dikalibrasi dengan anggapan proses evolusi yang berlangsung jutaan tahun. Kecepatan ini setelah dicocokkan dengan keadaan alam yang nyata menunjukkan kecepatan yang lebih tinggi dari apa yang diyakini selama ini, bahkan dapat menyusutkan zaman hidupnya Eva mitokondria sampai puluhan ribu tahun lalu.[6]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ University of Leeds - New ‘molecular clock’ aids dating of human migration history
  2. ^ 'Your Genetic Journey' - The Genographic Project
  3. ^ Endicott, P; Ho, SY; Metspalu, M; Stringer, C (September 2009), "Evaluating the mitochondrial timescale of human evolution", Trends Ecol. Evol. (Amst.) 24 (9): 515–21,doi:10.1016/j.tree.2009.04.006PMID 19682765
  4. ^ Mitochondrial Eve and biblical Eve are looking good: criticism of young age is premature, oleh Dr. Carl Wieland]
  5. ^ Wieland, C., A shrinking date for Eve, Journal of Creation 12 (1):1–3, 1998.
  6. ^ Loewe, L. and Scherer, S., Mitochondrial Eve: the plot thickens, Trends in Ecology and Evolution 12 (11):422–423, 1997.

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]



Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Eva_mitokondria

No comments:

Post a Comment