Thursday, December 11, 2014

Plato Tak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia

2013-05-05 10:49:53 WIB

Plato Tak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia

Politikindonesia - Plato adalah seorang filosof dan ilmuwan besar yang hidup pada masa 424 sampai 347 Sebelum Masehi. Ada 2 konsep pemikiran dari murid Socrates ini yang terkenal dan menjadi acuan hingga sekarang, konsep negara replubik (dari bukunya yang berjudul “Republic”) dan konsep tentang 4 unsur utama pembentuk alam, yaitu: api, air, tanah, dan udara. 

Peninggalan Plato lain yang sangat kontroversial adalah tentang kisah Kerajaan Atlantis yang ia dituangkan dalam Dialog Timaeus dan Critias.  Soal atlantis tersebut telah dibahas diberbagai buku. Termasuk karya Prof. Arysio Santos. Ahli fisika nuklir asal Brasil itu menyatakan, Atlantis tidak pernah ditemukan karena dicari di tempat yang salah. Atlantis ada di Indonesia

Memahami Atlantis, harus mempelajari sumber aslinya langsung tidak hanya membaca pembahasan Atlantis di berbagai buku, termasuk Karya Santos.  Anda akan terkejut bahwa hampir semua kontroversi itu jawabannya ada dalam Dialog Timaeus dan Critias.

Atlantis adalah cerita tentang hilangnya sebuah peradaban akibat bencana yang besar alias katastropik. Kaitan peradaban dengan siklus bencana, kini bukan saja telah menjadi pembicaraan, tapi sebagian besar mulai menjadi sebuah kesadaran baru di masyarakat.

Sebagaimana kesulitan dalam mencari bukti peradaban masa lalu, kesulitan juga terjadi untuk mendapatkan bukti-bukti bencana hebat yang pernah terjadi baik lokal maupun global sehingga akar terpenting berupa kearifan lokal juga hilang. Kendala utama yang dihadapi adalah minimnya data, pendeknya ingatan, dan hilangnya berbagai catatan dan manuskrip.

Bencana gempa dan tsunami Aceh. Letusan dahsyat Gunung Merapi. Kejadian itu membuat kita berpikir bahwa datangnya bencana besar sangat mungkin terjadi tiba-tiba tanpa kita pernah tahu sebelumnya. Bisa jadi, pada masa sebelumnya, pernah terjadi bencana yang tak tercatat dan terekam dengan baik.

Belum lagi jika kita diingatkan letusan dahsyat Krakatau tahun 1883 serta Tambora di awal abad ke-19. Bencana itu mempengaruhi kehidupan sosial, politik, dan ekonomi dunia. Bahkan, jika ditarik lebih ke belakang, bagaimana dahsyatnya letusan Krakatau Purba. Atau letusan maha dahsyat Gunung Toba yang juga berdampak global.

Saat ini, ilmuwan berbagai negara dengan berbagai pendekatan mencoba melakukan riset yang serius soal bencana yang memusnahkan peradaban. Peneliti gempa Indonesia DR. Danny Hilman Natawijaya, salah satu diantaranya.

Berbagai hasil risetnya tersebut dipaparkanya dalam sebuah buku yang berjudul “Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia.” dalam buku tersebut, Danny mencoba mengupas hubungan antara kebencanaan dengan rantai peradaban yang  musnah.

Apa hubungan kebencanaan, Plato dan Atlantis? Apakah ada hubungannya dengan temuan di situs megalitikum Gunung Padang? Semua pernyataan itu akan dibahas dalam peluncuran buku tersebut yang dilaksanakan Booknesia Publishing House dan Staf Khusus Bidang Bantuan Sosial dan Bencana pada 20 Mei 2013 mendatang. Peluncuran buku ini akan berlangsung di  Gedung Krida Bhakti Jalan Veteran 3 No 12, Jakarta Pusat. Tertarik?  Silahkan mendaftar ke Booknesia Publishing House dengan email Conanwie@yahoo.com  atau melalui Sri Haryani (Ass SKP-BSB)  dengan email sri.haryani.skp@gmail.com.  

(kap/rin/nis)


Sumber:
http://www.politikindonesia.com/index.php?k=politisiana&i=44309-Plato-Tak-Bohong,-Atlantis-Pernah-Ada-di-Indonesia

No comments:

Post a Comment